Jembatan Putus Dihantam Banjir, BPBD Pasbar Siapkan Perahu Karet Bantu Warga untuk Menyeberang

Jembatan Putus Dihantam Banjir BPBD Pasbar Siapkan Perahu Karet Bantu Warga untuk Menyeberang Jembatan Putus Dihantam Banjir, BPBD Pasbar Siapkan Perahu Karet Bantu Warga untuk Menyeberang (Foto: dok,bpbd pasbar)

Covesia.com - Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar menurunkan sebuah perahu karet beserta sejumlah personil untuk membantu warga maupun anak sekolah menyeberangi Sungai Batang Air Haji di Jorong Paraman Ampalu, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh.

"Perahu Karet bersama petugas TRC sengaja di standbykan untuk membantu warga maupun anak-anak sekolah didaerah tersebut. Sebab warga sangat kesulitan menyeberangi sungai yang memiliki arus yang kuat. Sehingga tidak ada lagi aktifitas warga yang terlantar meski terhalang kondisi badan jembatan yang terputus," terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Decky Harmiko Sahputra, Rabu (4/12/2019).

Decky Harmiko Sahputra mengatakan pihaknya bakal terus membantu warga setempat hingga batas masa tanggap darurat habis.

"Masa tanggap darurat bencana saat ini tengah dibincangkan sampai tanggal berapa diperpanjang. Sebab masyarakat setempat hingga saat ini belum bisa beraktifitas sebagaimana biasanya tanpa bantuan perahu karet tersebut," kata Decky.

Decky menyampaikan Jembatan Gantung Sungai Batang Air Haji itu satu-satunya akses warga yang menghubungkan antara Kejorongan Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh dengan Kampung Cubadak Air, Kecamatan Sungai Aur.

"Jembatan tersebut putus total diterjang banjir, akibat meluapnya Sungai Batang Air Haji (23/11) lalu. Saat ini Jembatan Gantung dengan bentangan 37 Meter itu mengalami rusak berat dan harus dibangun ulang. Direncanakan awal tahun 2020 ini sudah mulai dibangun," katanya.

Dampak dari kejadian tersebut membuat terhambatnya akses transportasi lebih kurang 40 orang pelajar SD, SMP, dan SMA warga kejorongan Tanjung Berbelit, Kecamatan Sungai Aur yang bersekolah di Kecamatan Gunung Tuleh.

"Kondisi ini juga menghambat akses ratusan warga kejorongan Paraman Ampalu yang bekerja sebagai karyawan PT.BNC di Kecamatan Sungai Aur. Kemudian akses warga petani Jorong Paraman Ampalu ke kebun di wilayah Banja Tebing Tinggi Kejorongan Tanjung Berbelit Sungai Aur," tambahnya.

Sebelumnya kata dia, Pemerintah Kecamatan bersama masyarakat setempat telah melakukan penanganan dengan membuat alat penyeberangan darurat berupa ponton/rakit sebagai alat penghubung sementara.

"Namun akibat dari hujan lebat yang melanda Pasbar kemarin, Sungai tersebut kembali meluap. Sehingga ponton yang dibuat hanyut terbawa air," katanya.

Pihaknya kata dia akan terus melakukan mobilisasi warga dengan perahu karet tersebut sampai kondisi memungkinkan baik menggunakan ponton atau rakit maupun jembatan sementara.

"Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Pasaman Barat agar selalu waspada dan juga mengajak semua pihak ikut berperan aktif dalam menghadapi cuaca ekstrim yang diperkirakan akan melanda daerah kita dalam dua bulan kedepan," tutupnya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga