Diduga Akibat Tersandung Korupsi, Wali Nagari Ganggo Hilia-Pasaman 'Menghilang'

Diduga Akibat Tersandung Korupsi Wali Nagari Ganggo HiliaPasaman Menghilang Wali Nagari Ganggo Hilia, Bondan Kusbianto (Ist)

Covesia.com - Wali Nagari Bodan Kusbianto sudah hampir sepuluh hari 'menghilang' alias tidak masuk kantor menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pemerintahan Nagari Ganggo Hilia, di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.

Sekretaris Nagari Ganggo Hilia, Adwar Tanjung mengatakan tidak mengetahui dimana keberadaan Bodan Kusbianto tersebut hingga saat ini.

"Tidak jelas, apa penyebab pak Wali Bondan ini absen dari tugasnya. Sudah seminggu lebih Pak Bondan tidak masuk ke kantor. Padahal banyak pekerjaan di kantor yang mesti beliau kerjakan," kata Sekretaris Nagari, Adwar Tanjung, Senin (2/12/2019).

Adwar mengatakan pihaknya terakhir melakukan komunikasi dengan Wali Bondan terjadi pada 22 November lalu.

"Dalam komunikasi tersebut, Bondan mengaku sakit dan tidak masuk kantor. Namun keesokan harinya, saya menerima pesan singkat dari sang istri Bondan menyatakan suaminya tak pulang ke rumah," katanya.

Hingga saat ini kata dia pihaknya terus mencari keberadaan Bondan Kusbianto agar roda pemerintahan kembali normal. "Telponnya tidak aktif, keberadaannya pun tidak terlacak. Kami sudah cari tahu kemana-mana. Kami harap bapak Bondan cepat kembali dinas ke kantor," katanya.

Perihal kasus tidak masuk kantor ini, pihak Pemerintahan Nagari Ganggo Hilia telah melaporkannya kepada pihak kecamatan hingga kabupaten.

Wali Bondan Kusbianto sudah menjadi rahasia umum, dirinya terlibat kasus dugaan korupsi realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol tahun 2017.

Bahkan, para ahli dari pihak kepolisian telah terjun ke lapangan melakukan pengecekan beberapa paket pekerjaan fisik yang bersumber dari dana ADD pada 2 Maret kemarin.

"Pengecekan oleh tim ahli sudah selesai. Kita kembali melakukan proses penyidikan. Tinggal hasil audit BPK yang belum. Kalau keterangan saksi-saksi, sudah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kasus ini bisa kita limpahkan ke kejaksaan," kata Kasatreskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi, perihal perkembangan kasus Bondan.

Diakui AKP Lazuardi, setidaknya, nagari yang dipimpin Bondan Kusbianto ini, terdapat 14 paket pekerjaan fisik yang hasilnya buruk dengan sumber anggarannya dari ADD tahun 2017.

"Ada 14 paket pekerjaan yang kami kumpulkan hasilnya tidak sesuai RAB atau spek. Mulai dari pembuatan irigasi, pengecoran jalan, pembukaan jalan baru," kata AKP Lazuardi.

Adanya kasus ini, diakui Lazuardi disimpulkan pihaknya dari keterangan saksi dan hasil penyidikan tim di lapangan, usai adanya laporan dari masyarakat.

Perihal siapa yang menyunat anggaran dan melakukan mark up, hingga meminta fee dari rekanan yang mengerjakan, keterangan sementara mengarah pada Bondan.

Usai mendapati informasi tersebut, Covesia.com, berusaha mengkonfirmasi Bondan Kusbianto dengan menghubungi melalui telpon dan WA. Namun nomor yang dituju tidak aktif hingga berita ini diturunkan.

(eri/dom)


Berita Terkait

Baca Juga