Hari Bumi, Legislator Ini Sebut Sampah Plastik Musuh Lingkungan

Hari Bumi Legislator Ini Sebut Sampah Plastik Musuh Lingkungan Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat melakukan penanaman pohon di acara peringatan Hari Bumi dan Gerakan Perempuan Menanam tingkat Provinsi Sumbar tahun 2019 yang di pusatkan Taman Hutan Kota Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Senin (2/12/2019)

Covesia.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai PKS, Nevi Zuairina menyebutkan bahwa saat ini sampah plastik merupakan musuh nyata yang dapat merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

"Tema hari Bumi kali ini secara Nasional yaitu bersihkan bumi dari sampah plastik. Tema tersebut diangkat berdasarkan bahwa saat ini bumi sedang menghadapi masalah lingkungan yang serius. Dimana terdapat beberapa masalah lingkungan yang mengkhawatirkan seperti tumpukan sampah plastik memicu bencana banjir dan munculnya berbagai macam penyakit dimasyarakat,"kata Nevi Zuairina di acara peringatan Hari Bumi dan Gerakan Perempuan Menanam tingkat Provinsi Sumbar tahun 2019 yang di pusatkan Taman Hutan Kota Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Senin (2/12/2019).

Nevi Zuairina mengatakan persoalan Bumi saat ini juga masalah perubahan iklim global, pengelolaan limbah, kelangkaan air, ledakan penduduk, menipisnya sumber daya alam, kepunahan hewan dan tumbuhan.

"Kerusakan habitat alam, peningkatan polusi dan kemiskinan. Sementara kegiatan kita diatas bumi ini sangat bergantung pada lingkungan. Hal itu disebabkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidup berasal dari lingkungan," tegasnya.

Dirinya mengatakan tujuan peringatan Hari Bumi yang dilaksanakan hari ini adalah untuk memotivasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk bisa memelihara bumi sebagai tempat hidup dan berkehidupan dengan cara antara lain, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan terutama pencemaran dari sampah plastik, serta menghijaukan bumi dengan menanam pohon-pohonan.

"Hal itu dimaksudkan agar kita yang hidup di muka bumi termasuk segala jenis binatang/hewan tumbuhan, sangat membutuhkan oksigen dan air.  Karena itu, bumi perlu kita pelihara agar tidak tercemar dari sampah plastik, bumi perlu ditanam pohon penghijauan dan pohon produktif agar tersedia air yang cukup untuk kepentingan hidup manusia dan hewan ternak lainnya," katanya.

Pihaknya menghimbau kepada semua organisasi wanita tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kenagarian/Desa/Kelurahan sampai tingkat kelompok dasawisma untuk dapat, memilah sampah plastik dan sampah yang bisa hancur untuk diolah dengan baik.

Dalam kegiatan itu, Nevi juga menyerahkan bantuan berbagai jenis bibit tanaman buah-buahan sebanyak 6.910 batang, kepada Bupati yang kemudian diserahkan ke seluruh Nagari di Kabupaten Pasaman, yang lokasi tanamnya di pekarangan rumah masyarakat di masing-masing kenagarian.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis menegaskan akan mengurangi kerusakan lingkungan yang ada di daerah itu dengan cara melakukan kegiatan penanaman pohon serta pembersihan terhadap sampah plastic dan lingkungan yang kotor.

"Hampir setiap hari kita mendengar berita tentang adanya penebangan-penebangan liar yang membabibuta yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak mempunyai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Sungguh hati ini merasa sangat prihatin atas kebiasaan buruk yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan 'Bisnis' kemudian mengesampingkan kelestarian hutan yang akan diwariskan ke anak cucu kita nanti," tegasnya.

Ia meminta semua pihak untuk menghindari perusakan terhadap hutan, penebangan liar dan pembabatan hutan yang hanya mementingkan aspek bisnis semata tanpa mempedulikan kelestarian lingkungan disekitar.

(eri/don)



Berita Terkait

Baca Juga