Satu Pelaku Penganiayaan ABG Hingga Tewas di 50 Kota Berhasil Diringkus Polisi

Satu Pelaku Penganiayaan ABG Hingga Tewas di 50 Kota Berhasil Diringkus Polisi Satu Pelaku Penganiayaan ABG Hingga Tewas di 50 Kota Berhasil Diringkus Polisi, Kamis (28/11/2019)(Foto: polres 50 Kota)

Covesia.com - Polres Kabupaten Limapuluh Kota berhasil meringkus ME (39), salah satu dari dua pelaku yang menganiaya M. Syawal (16), warga kenagarian Bukit Limbuku, Kecamatan Harau hingga meninggal dunia, Selasa (26/11/2019). Sedangkan satu pelaku lain, sekarang dalam pengejaran kepolisian dan telah di tetapkan sebagai Buron (DPO).

Pelaku yang diringkus tidak jauh dari kediamannya di kenagarian Batu Balang, Kecamatan Harau, ini diduga karena merasa kesal dengan ulah korban yang kerap menganiaya anaknya. Mengetahui korban tengah melihat acara orgen di Batu Balang, pelaku mengintai korban.

Saat korban pulang menuju rumahnya, pelaku menanti di tempat yang gelap. Disana korban dicegat dan langsung dianiaya hingga tidak sadarkan diri menggunakan batu dan pisau.

“Dalam perkara penganiayaan yang mengakibatkan salah seorang remaja di Batu Balang meninggal pada Senin (25/11/2019) kemarin, Satu pelaku sudah kami amankan dan sudah ditetapkan status tersangka. Sedangkan satu pelaku masih buron. Pihak kami sampai sekarang masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku ini,” sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim Anton Luther kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Motif pelaku disebutkan Kasat Reskrim tidak lain karena kesal anaknya kerap dianiaya oleh korban. Akhirnya pelaku emosi dan melakukan pengintaian sampai terjadinya penganiayaan yang menghilangkan nyawa korban.

“Usai dianiaya, kedua pelaku pulang ke rumah masing-masing. Namun tidak mengetahui korban meninggal dunia tidak lama setelah dianiaya,” sebutnya.

Sebelumnya, masyarakat Kenagarian Batu Balang, Kecamatan Harau mendapati M. Syawal tergeletak tidak sadarkan diri dengan tubuh yang berlumuran darah, Senin (25/11/2019) pukul 00.30 WIB. Korban langsung dilarikan oleh masyarakat ke Rumah Sakit Adnan WD, Kota Payakumbuh untuk menjalani perawatan medis. Namun, karena kondisi kian memburuk, Syawal menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama 11 jam atau tepat pukul 12.00 WIB.

Saat korban masih dirawat, polisi sempat meminta keterangan korban perihal kejadian yang menimpanya. Disana korban mengaku dicegat oleh dua orang pelaku ditempat gelap dan langsung menuduh telah menganiaya anaknya. Usai mengucapkan hal tersebut pelaku memukul kepala korban dengan batu hingga tersungkur. Kemudian menusuk pinggang dan lengan kiri korban dengan pisau.

Usai penusukan pada lengan kirinya, korban mengaku sudah tidak mengetahui apa-apa lagi karena sudah tidak sadarkan diri.

(agg/don)


Berita Terkait

Baca Juga