Update Bencana Solsel Sumbar: Dua Jorong Masih Terisolasi, 6.197 Jiwa Terdampak

Update Bencana Solsel Sumbar Dua Jorong Masih Terisolasi 6197 Jiwa Terdampak Foto: BNPB

Covesia.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyampaikan informasi terkini terkait kejadian bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatea Barat (Sumbar) pada, Rabu, 20 November 2019 kemarin. Tanggap darurat bencana  telah ditetapkan sejak tanggal 22 November 2019  hingga 05 Desember 2019 mendatang.

Hingga saat ini, masih ada 2 lokasi  di Kecamatan KPGD yaitu Jorong Sapan Salak dan Jorong Manggis yang masih terisolir. Jumlah pengungsi di 2 jorong tersebut sebanyak 540 jiwa (180 KK) dengan rincian: Sapan salak 135 jiwa, Air batuang 105 jiwa, Sapan batu 60 jiwa, Pasir panjang 90 jiwa, Ladang kongsi 150 jiwa. 

Menurut informasi terbaru yang disampaikan pada, Kamis, 28 November 2019 terdapat beberapa kecamatan yang terdampak akibat bencana alam tersebut diantaranya, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kecamata Sungai Pagu, Kecamatan Sangir, dan Kecamatan Pauh Duo.

Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, namun 1.147 KK  atau 6.197 jiwa terdampak akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut Rabu malam.

"180 KK  atau 540 Jiwa mengungsi," terang Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan persnya yang diterima Covesia.com, Kamis (28/11/2019).

Adapun kerugian materil dilaporkan bahwa terdapat 1.952 unit rumah warga terendam banjir.

"18 Unit rumah (RB), 5 Unit rumah (RS), 3 Unit rumah (RR), 2 Unit Kantor, 7 Unit sekolah, 5 Unit masjid, 5 Unit jembatan rusak (terputusnya akses 6.000 jiwa), 2 Unit irigasi, 60 meter jalan mengalami kerusakan," jelas Agus seraya menjelaskan terjadi 10 titik longsor diwilayah itu.

Juga dilaporkan, bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berangsur lama dan terus menerus, tidak adanya resapan air akibat hutan gundul serta sungai yang tidak dapat menampung jumlah debit air.

Hingga saat ini tim dilapangan masih melakukan upaya evakuasi dan pendataan serta membersihkan rumah warga yang terdampak. Disamping itu juga dilakukan pemberian obat-obatan kepada warga yang mengalami masalah kesehatan.

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga