Ditusuk OTK di Lokasi Pesta Perkawinan, Seorang ABG di 50 Kota Meninggal Dunia

Ditusuk OTK di Lokasi Pesta Perkawinan Seorang ABG di 50 Kota Meninggal Dunia Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Salah seorang Anak Baru Gede (ABG) asal kenagarian Bukit Limbuku, meregang nyawa setelah mendapatkan beberapa tusukan dari Orang Tak Dikenal (OTK), Senin (25/11/2019) kemarin. Kejadian penganiayaan yang berlangsung di Jorong Padang Ambacang, Kenagarian Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini tidak jauh dari lokasi pesta baralek (pesta perkawinan-red)

Informasi yang dihimpun oleh Covesia.com, korban ditemukan dalam kondisi pingsan oleh temannya dengan tiga tusukan benda tajam. Spontan rekan korban meminta bantuan masyarakat setempat untuk dilarikan ke Rumah Sakit Adnan WD. Namun korban tidak bisa bertahan lama dan sekitar pukul 12.00 WIB korban meninggal dunia.

Informasi penusukan yang mengakibatkan ABG ini meninggal dunia membuat geger masyarakat Kenagarian Batu Balang dan Bukit Limbuku. Tersiar kabar peristiwa ini dikarenakan pertikaian antar ABG.

“Kabarnya dari perkelahian ABG dari Batu Balang dengan Bukit Limbuku. Dua kali berkelahi dan anak dari Batu Balang terus kalah. Saat korban berada di lokasi acara pesta baralek di Batu Balang, mungkin ada aksi balas dendam dari ABG Batu Balang,” Sebut salah seorang warga kenagarian Bukit Limbuku yang enggan disebut namanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther membenarkan penganiayaan yang mengakibatkan Sawal meninggal dunia. Saat ini tengah dilakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Benar ada kejadian penusukan yang mengakibatkan salah seorang anak dibawah umur meninggal dunia. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Adnan WD selama 12 jam dan kemudian meninggal dunia,” sebut Anton ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/11/2019).

Anton juga mengatakan dari keterangan korban saat dirawat di Rumah Sakit, korban dihampiri oleh OTK dan menuduhkan sebagai orang yang kerap menganiaya anaknya. Usai melontarkan ucapan tersebut, OTK ini melayangkan senjata tajam ke tubuh korban sampai tak sadarkan diri.

“Korban sempat kami minta kesaksiannya sebelum meninggal dunia. Ia dituduh oleh OTK bahwa korban inilah yang sering memukuli anaknya. Sampai akhirnya korban dianiaya sampai tak sadarkan diri,” tambah Anton. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga