Diduga Mesum, Sepasang Kekasih Paruh Baya Digerebek Warga di Kota Pariaman

Diduga Mesum Sepasang Kekasih Paruh Baya Digerebek Warga di Kota Pariaman Foto: Saat pelaku berinisial A dimintai keterangan oleh petugas Satpol PP Kota Pariaman. Peri

Covesia.com - Sepasang kekasih lanjut usia digerebek warga di sebuah rumah di Kelurahan Alai Gelombang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. 

Setelah diamankan, kemudian pasangan mesum itu diserahkan warga kepihak Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) dan Damkar Kota Pariaman, untuk ditindak lanjuti.

Kepala Seksi (Kasi) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Alri Naldi membenarkan kejadian itu.

"Iya itu benar, mereka yang diduga mesum itu, sebelumnya mereka ini diamankan oleh warga, setelah itu diserahkannya ke kami," sebut Alri pada Selasa (26/11/2019) siang.

Lanjut Alri, untuk kejadian penggerebekan itu terjadi pada Selasa (26/11/2019) dini hari. Identitas pasang mesum itu, perempuannya dengan inisial UT (62) mantan pramugari yang merupakan warga Alai Gelombang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. 

"Kemudian untuk laki-lakinya berinisial A (50) merupakan warga Baso, Kabupaten Agam," ujarnya. 

Dikatakan Alri, menurut pengakuan dari pelaku A ini, perkenalannya dengan UT ini berawal dari pertemanan dimedia sosial. Setelah itu berlanjut bertukar nomor telfon, sehingga komunikasinya semakin dekat. 

"Karena pelaku A ini ada ketetarikan kepada UT sehingga pertemuan itupun terjadi, dan mereka bertemu di  Kota Pariaman ini," katanya. 

Menurut pengakuan laki-lakinya, pertemuan ini baru kali pertama dilakukannya dengan UT ini. Sebelum digerebek, mereka sempat jalan dan makan di tepi pantai Kota Pariaman. Bahkan sempat juga mencari penginapan untuk berduaan. 

"Karena mereka tidak memiliki surat nikah, sehingga ditolak untuk menginap oleh hotel-hotel di Kota Pariaman. Malam semakin larut, kemudian yang perempuan mengajak A menginap di rumahnya. Di saat itulah warga menggerebek mereka," ucapnya. 

Alri menyebutkan, diketahui saat digerebek warga, mereka sedang berada satu kamar milik yang perempuannya.

"Di kamar mereka ditemui, untuk perempuan menggunakan daster dan laki-laki pakai sarung," katanya. 

Alri mengatakan, setelah digerebek kemudian mereka dibawa ke kantor Satpol PP Kota Pariaman, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Setelah dimintai keterangan dan dijamin oleh keponakannya, pelaku perempuan dipulangkan ke rumahnya. Sementara itu pelaku laki-laki masih berada di mako Satpol PP Kota Pariaman, karena tidak ada keluarga yang menjaminnya," ungkapnya.

Disebutkan Alri, untuk proses ini masih lanjut, sebab masih ada lagi saksi yang akan ditanyai. Kemudian untuk yang perempuannya juga belum mengakui perbuatanya.

"Perempuannya masih belum mengakui perbuatannya. Tapi yang laki-lakinya sudah mengakuinya," sebutnya. 

Kata Alri, untuk perbuatan mereka ini sudah melanggar perda Kota Pariaman, nomoe 10 tahun 2013 pasal 6 ayat 1, yaitu perbuatan mengarah kepada perzinaan. 

Kontributor: Perimusliadi

Berita Terkait

Baca Juga