Polisi Masih Periksa 14 Orang Saksi Dua Minggu Pascainsiden Kapal Tenggelam di Pariaman

Polisi Masih Periksa 14 Orang Saksi Dua Minggu Pascainsiden Kapal Tenggelam di Pariaman Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan (Foto: Peri/Covesia)

Covesia.com - Dua minggu berlalu insiden kapal pembawa wisatawan yang tenggelam di lepas pantai Gandoriah, Kota Pariaman, dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Setidaknya polisi sudah memperiksa 14 orang saksi terkait hal itu. 

"14 orang yang sudah kami periksa tersebut diantaranya, pemilik kapal, nahkoda, Anak Buah Kapal (ABK)  dan calo. Kemudian salah satu dari orang yang menolong pada saat kejadian," kata Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, saat diwawancara covesia.com pada Jumat (8/11/2019).

Lanjut Andry, setelah itu dari dinas parawisata, dinas perubungan dan petugas dari Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pariaman. 

"Selanjutnya kami juga akan memeriksa penumpang kapal yang tenggelam tersebut," ujarnya. 

Tapi, karena lokasi masing-masing mereka cukup jauh. Seperti rombongan guru dari Agam. Maka harus berkordinasi dulu tentang waktu pelaksaannya.

"Sekarang kami harus kondisikan dulu, kapan bersedianya yang bersangkutan. Sebab mereka sibuk juga. Seperti mengajar, karena mereka kan guru. Jadi harus mencari waktu yang pas dulu," ucapnya. 

Andry menyebutkan, Terkait insiden yang dipertanggung jawabkan kepada nahkoba sekarang ini,  karena mengisayaratkan kapasitas penumpangnya yang berlebih. Sebab seharusnya maksimal kapal mengangkut 20 orang penumpang, sesuai dengan surat yang diterbitkan oleh KSOP. 

"20 orang ini, sudah termasuk nahkoda dan ABK kapal. Tapi kenyataan kapal tersebut mengangkut 25 orang. Sehingga kejadian ini patut diduga karena kelebihan muatan, yang mengakibatkan kapal tenggelam karena kondisi ombak yang besar," jelasnya.

Kemudian kata Andry, terkait kasus itu, pihaknya juga ingin mendalami peralatan pengamanan yang ada di kapal itu. Untuk itu, pihaknya perlu adanya keterangan dari para penumpang.

Sebelumnya, kejadian kapal tenggelam tersebut terjadi pada Sabtu (26/10/2019), sekitar pukul 15.30 WIB lalu. Saat itu kapal membawa wisatawan yang hendak ke Pulau Angso Duo. Namun sekitar beberapa meter menunju pantai, kapal tersebut tenggelam dan menyebabkan satu orang wisatawan meninggal dunia. 

Kontributor: Peri Musliadi


Berita Terkait

Baca Juga