STNK Mati Dua Tahun, Korlantas Polri Akan Hapus Indentitas Kendaraan

STNK Mati Dua Tahun Korlantas Polri Akan Hapus Indentitas Kendaraan Kasat Lantas Polres Kota Pariaman, Iptu M Sugindo

Covesia.com - Kendaraan yang tidak diperpanjang, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK-nya) dua tahun setelah masa berlakunya habis, maka data utamanya akan dihapus dari server Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

"Iya itu benar, berdasarkan surat edaran dari Korlantas Polri, pada pertengahan tahun 2019 ini," sebut Kasat Lantas Polres Kota Pariaman, Iptu M Sugindo, pada Rabu (23/10/2019).

Lanjut Iptu M Sugindo, artinya setelah STNK-nya mati dua tahun, maka kendaraan tersebut sudah tidak ada lagi indentitasnya di server korlantas, alias motornya menjadi bodong.

"Masa berlaku STNK inikan lima tahun habis, jadi kalau dua tahun setelah mati tidak diperpanjang, maka setelah itu data kendaraan itu akan diblokir sama sistem Korlantas Polri," ucap Sugindo.

Sugindo menyebutkan, sebenarnya itu bisa dihidupkan atau diaktifkan kembali. Tapi akan lebih banyak lagi biaya yang dikeluarkan.

"Masyarakat bisa mengatifkan kembali dengan membayarnya melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) di kota masing-masing," kata Sugindo

Tapi itukan biayanya lebih besar, sebab harus membayar denda serta tunggakan pajaknya, kemudian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sama seperti mengurus kendaraan baru.

"Untuk itu saya mengimbau, agar masyarakat lebih memperhatikan itu. Jangan sampai setelah STNK diblokir baru mulai memikirkan bagai mana membayarnya," harapnya.

Kontributor: Peri Musliadi

Berita Terkait

Baca Juga