Penampakan Bayi Ubur-ubur Bluebottle di Pantai Pasir Jambak, Kemunculannya Sulit Diprediksi

Penampakan Bayi Uburubur Bluebottle di Pantai Pasir Jambak Kemunculannya Sulit Diprediksi Sejumlah bayi ubur-ubur bluebottle terdampar di pantai Pasir Jambak. Foto: istimewa/Zailus Ikhlas

Covesia.com - Pada Kamis (17/10/2019), dua anak-anak yang sedang bermain dan mandi-mandi di Pantai Pasir Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Koto Tangah, Padang, dilaporkan tersengat ubur-ubur biru (bluebottle). Kasus ini sontak menimbulkan kecemasan, terutama bagi warga setempat mengingat beberapa waktu sebelumnya Pantai Pasir Jambak telah dinyatakan "bersih."

Baca : Ubur-ubur Bluebottle Dilaporkan Beranak-pinak di Pantai Pasir Jambak, Dua Anak Tersengat

Nelayan setempat, Zailus Ikhlas, Jumat (18/10/2019) mengatakan, bayi ubur-ubur ditemukan terdampar dan terapung-apung di pinggir pantai tersebut pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB. 

"Namun dari siang hingga Jumat sore, belum ditemukan bayi ubur-ubur yang baru," ungkapnya kepada Covesia.com melalui sambungan telepon.

Zul mengatakan, bayi bluebottle yang ditemukan memiliki ukuran selebar uang koin 100 rupiah atau lebih kurang 2 cm. Posisi ditemukannya juga beragam, ada yang sudah terdampar di pasir dan ada pula yang terombang-ambing digulung ombak. 

"Selain itu juga ada yang terapung di belakang ombak. Sedangkan yang terdampar di pasir masih dalam keadaan hidup kemarin itu," sebut Zul.

Dia menduga, jumlah bayi ubur-ubur yang terdampar dan terapung di sekitar gulungan ombak terbilang cukup banyak. Selain itu, diperkirakan, sebarannya mencapai 3 kilometer, hampir sepanjang pantai Kelurahan Pasia Nan Tigo. 

Zul menambahkan, kemunculan ubur-ubur bluebottle dewasa dan bayinya sulit diprediksi. "Sepertinya ini bergantung dengan kecepatan angin yang mengarah ke daratan. Kemarin, sebelum hujan angin dari selatan cukup kencang. Hari ini cuaca lebih tenang," jelasnya. 

Seperti dikutip Covesia dari laman australianmuseum.net.au, kasus kemunculan ubur-ubur bluebottle kerap terjadi di Australia. 

Faktor yang menyebabkan koloni biota beracun ini sampai ke pesisir pantai adalah pengaruh tiupan angin kencang, yang mengarah ke daratan.

Baca : Mengapa Ubur-ubur Bluebottle Bisa Beranak-pinak di Pesisir Pantai Kota Padang?

Bluebottle (Physalia utriculus) merupakan "pengunjung" musim panas yang umum terjadi di pantai Sydney, Australia. Kawanan bluebottle menjauh dari habitatnya akibat ditiup angin ke perairan dangkal, dan sering terdampar ke pantai.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang mengaku tidak mendapat laporan terkait kemunculan bayi ubur-ubur bluebottle di perairan kota itu.

"Tidak dapat kita laporannya, mungkin itu ke Basarnas (Padang), soalnya itu lebih tupoksi Basarnas kalau untuk orang hilang, di laut, segala macamnya," sebut Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Padang Sutan Hendra saat dihubungi melalui telepon.

Sementara, sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian, mengatakan akan melakukan observasi lapangan untuk memastikan keberadaan koloni bayi bluebottle di Pasir Jambak.

Baca: Soal Bayi Bluebottle di Pasir Jambak, Disparbud Padang: Dipastikan Dulu Keberadaan Koloninya

"Jika nanti hasil observasi di lapangan menemukan benar adanya kawanan bayi bluebottle, maka tim akan langsung membuat imbauan dan larangan agar pengunjung tidak bermain di pantai untuk sementara waktu," pungkasnya. 

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga