Selama 2019, LBH Padang Telah Terima Empat Kasus Diskriminasi Terhadap Disabilitas

Selama 2019 LBH Padang Telah Terima Empat Kasus Diskriminasi Terhadap Disabilitas Kantor LBH Padang (dok.covesia)

Covesia.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Wendra Rona Putra mengatakan, sejak Januari hingga Oktober 2019 pihaknya telah menerima empat kasus terkait diskriminasi kepada penyandang disabilitas. 

Yang pertama, kata Wendra yaitu terjadi pada Antoni Tsaputra penyandang disabilitas yang berkursi roda dilarang masuk ke Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) karena menggunakan kursi roda. "Kasus ini terjadi pada awal tahun 2019," ucapnya di Padang, Sabtu (12/10/2019).

Kemudian, hal senada juga dialami oleh Abraham Ismet mahasiswa asal Padang yang mengalami insiden dilarang beribadah di Masjid Raya Sumbar. "Kasus yang terjadi kepada Abraham sama persis dengan kasus yang dialami oleh Antoni," ujarnya.

"Kasus Antoni dan Abraham masih masih belum ada kebijakan kongkrit dari pemerintah provinsi terkait permasalahan ini," sambungnya.

Wendra melanjutkan, diskriminasi pernah terjadi kepada remaja penyandang disabilitas mental terhadap oknum anggota Polsek Nan Sabaris, Padang Pariaman. "Ini kasus yang ketiga kita jumpai," tuturnya. 

Terakhir, kata pria berkacamata itu, kasus diskriminasi disabilitas terjadi pada drg. Romi Syofpa Ismael. Romi mengalami sikap diskriminasi karena ditolak sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan dengan alasan mengalami kendala kesehatan. "Yang sudah clear hanya kasus Romi," katanya. 

Wendra menuturkan, sikap diskriminasi terhadap disabilitas masih tinggi, padahal pemerintah provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan Perda soal perlindungan hak disabilitas. 

"Jangan lagi ada sikap diskriminasi yang terjadi kepada rekan-rekan disabilitas, karena pemerintah provinsi telah menerbitkan Perda soal perlindungan hak disabilitas," pungkasnya.

Kontributor: M.Iqbal



Berita Terkait

Baca Juga