Fenomena Ubur-ubur Biru di Agam Tidak Surutkan Niat Nelayan Pergi Melaut

Fenomena Uburubur Biru di Agam Tidak Surutkan Niat Nelayan Pergi Melaut Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com - Fenomena Ubur-ubur biru jenis "Bluebottle" yang terjadi sepekan terakhir tidak mempengaruhi aktifitas para nelayan di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Agam, Arman Aciak mengatakan, melaut memiliki banyak resiko salah satunya adalah ubur-ubur beracun, hal itu tentunya menjadi hal yang sudah diwaspadai.

"Tentunya kami harus lebih waspada dan teliti, bagi nelayan pukat harus memperhatikan hewan apa yang masuk ke dalam jaring," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Jumat (11/10/2019).

Tidak hanya itu mengantisipasi kecelakaan saat bekerja nelayan di kabupaten agam selalu menyediakan kotak PPPK serta obat ringan lainnya.

"Kita tidak tau apa yang akan terjadi saat mencari ikan jadi dituntut selalu waspada," lanjutnya.

Dijelaskan Arman Aciak, sebelumnya salah seorang nelayan setempat sempat menyentuh dan tersengat ubur-ubur biru namun namun hanya cidera ringan dan cepat mendapatkan pengobatan.

"Sebagai ketua HNSI Agam, saya tetap mengingatkan nelayan untuk hati-hati saat mencari ikan, jika ada permasalahan, segera memberitahu nelayan lainnya," terang Arman Aciak.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga