Ingin Percepat Pembangunan, Faldo Maldini Bertekad Melaju di Pilgub Sumbar 2020

Ingin Percepat Pembangunan Faldo Maldini Bertekad Melaju di Pilgub Sumbar 2020 Faldo Maldini (dok.pribadi)

Covesia.com - Nama Faldo Maldini sudah menjadi perbincangan banyak kalangan di Indonesia. Pemuda asli Padang ini semakin dikenal saat ia menjadi juru bicara pemenangan capres-cawapres Prabowo-Sandi. Namun, akhir-akhir ini namanya kembali menjadi perbincangan karena memilih mundur dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Alasan Faldo mengundurkan diri dari PAN tak lain karena ingin fokus pada Pilkada Sumbar yang segera dihelat tahun depan.

Faldo mengatakan niat baik dan doa dari kedua orang tua adalah modal awal ia untuk melaju di pilgub Sumbar.

“Lakukan apa yang bisa dilakukan, let god do the rest. InsyaAllah ada jalan untuk setiap kebaikan,” ungkapnya saat dihubungi covesia.com, Jumat (11/10/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan motivasi  untuk ikut pilgub tidak lain adalah ingin pemerintahan di Sumbar terbuka dan mempercepat pembangunan di Sumbar. “Pemerintah yang terbuka, warganya pasti semangat. Butuh kerja keras dan out of the box dalam mempercepat pembangunan sumbar, tentunya akan lebih sulit jika semuanya orang lama,” jelasnya.

Tak hanya itu, suami dari Davrina Rianda Davron ini menilai politisi dan tokoh senior yang sudah malang melintang di Sumbar telah memiliki modal yang cukup. “Berbeda dengan kami yang modal belum cukup, dari segi umur saja belum cukup. Ini yang akan kami ingin gugat,” ungkapnya.

Berdasarkan undang-undang no 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah syarat umur minimal cagub dan cawagub adalah 30 tahun. Dari undang-undang tersebut umur Faldo masih kurang satu tahun jika ingin mencalon di pilgub Sumbar. 

Saat ditanyaai apakah akan maju dengan parpol atau independen Faldo mengatakan ia akan terus berusaha. “Saya serahkan semua kepada Allah, yang jelas saya berikhtiar dulu memperluas ladang amal,” ungkapnya.

Selain itu, Faldo meyakini bahwa elit parpol manapun tidak bisa menolak keinginan rakyat. “Tugas parpol adalah melahirkan calon pemimpin, punya kursi atau tidak itu urusan yang berbeda. Intinya semua harus berjalan sesuai fungsinya,” terangnya. 

Faldo berharap pilgub Sumbar di tahun mendatang akan melahirkan pemimpin yang benar-benar memikirkan Sumbar. “Bukan orang yang hanya memikirkan kepentingan keluarga, kelompok, dan golongan saja. Setelah berkuasa, yang dipikirkan adalah istrinya, anaknya, kambingnya, kucingnya. Itu yang bahaya untuk Sumbar,” ujarnya.

Dalam sesi akhir wawancara Faldo mengatakan bahwa Rumah dinas harus menjadi rumah rakyat Sumbar. “Gubernur bisa tidur, tapi persoalan rakyat tidak bisa tidur,” ungkapnya. 

Hal pertama yang akan ia lakukan jika terpilih nanti ialah dengan membuka gerbang rumah dinas 24 jam. “Harus dimulai dari diri sendiri,” tutupnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga