Pasaman Targetkan Pencetakan 10.000 KIA Tuntas di Akhir Tahun 2019

Pasaman Targetkan Pencetakan 10000 KIA Tuntas di Akhir Tahun 2019 Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat melakukan penyerahan ribuan KIA di MTsN 1 Pasaman, Kamis (10/10/2019)

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menargetkan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) terhadap 10.000 anak tuntas di akhir tahun 2019 ini.

"Sejak lounching akhir Agustus 2019 kemaren hingga saat ini sudah 3.303 anak yang kita terbitkan KIA nya. Saat ini petugas tengah memaksimalkan pencetakan dari target 10.000 anak hingga akhir 2019 ini,"kata Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat melakukan penyerahan ribuan KIA di MTsN 1 Pasaman, Kamis (10/10/2019).

Yusuf Lubis meminta semua pihak turut berpartisipasi dalam menjalankan program KIA tersebut. "Sehingga nantinya anak dibawah usia KTP sudah terekam kedalam KIA ini. Hal ini guna memudahkan kita dalam menyusun data anak secara rapi sejak dini," katanya.

Kadisdukcapil Pasaman, Sukardi menyebutkan KIA yang telah diterbitkan ini merupakan hasil sensus petugas Disdukcapil setempat. Mulai dari datang ke sekolah-sekolah tingkat PAUD, TK,  SD, SLTP dan SLTA seserajat.

"Teknisnya, ini adalah program pemerintah dalam mewujudkan adminitrasi pendidikan pembawa kemudahan. Pelajar yang sudah memiliki KIA, mendapat banyak kemudahan nantinya. Misalnya saja, di usia 17 nanti, pelajar tak perlu lagi repot-repot mengurus KTP dengan segala macam persyaratan. Cukup datang ke dinas atau temui petugas di lapangan, bawa KIA dan akan diganti dengan KTP," kata Sukardi.

Sukardi juga menambahkan perihal pelayanan baik pembuatan KIA, KTP, KK atau dokumen lainnya, masyarakat Pasaman sudah hampir 100 persen terdata memiliki KTP atau KK dan dokumen penduduk lainnya.

"Untuk KTP misalnya, masyarakat Pasaman sudah 94 persen memilikinya. Begiti juga Nomor Induk Keluarga (NIK) nyaris 98 persen masyarakat Pasaman sudah mempunyai NIK," kata Sukardi.

Petugas kata dia melakukan sistem jemput bola dalam mewujudkan 100 persen masyarakat Pasaman punya NIK atau adminitrasi kependudukan lainnya. Tindakan ini diambil merupakan bentuk keseriusan Disdukcapil dalam penerapan kelengkapan adminitrasi bagi warga.

“Tidak tertutup kemungkinan, jauhnya lokasi menjadi penghambat kelengkapan adminitrasi penduduk oleh warga, kini alasan itu kita kandaskan. Tak mau datang ke kantor, kami jemput bola ke lapangan atau pelayanan di kantor Wali Nagari, tak lagi mau datang, kami datangi rumah ke rumah. Pokoknya satu orang satu NIK kita wujudkan di Pasaman ini,” tambah Sukardi.

Atas hal itu, Sukardi meminta dengan adanya tindakan pelayanan di lapangan ini, warga diminta lebih aktif. "Jangan sampai bermasalah dulu, baru diurus semuanya. Karena pengurusan ini juga gratis," tutupnya.

(eri/don)


Berita Terkait

Baca Juga