Ini Keluhan Pangkalan Terkait Gas Elpiji 3 Kg yang Disebut Langka di Padang

Ini Keluhan Pangkalan Terkait Gas Elpiji 3 Kg yang Disebut Langka di Padang Ilustrasi Gas elpiji 3 Kg yang habis di salah satu pangkalan di Kota Padang (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Pemilik pangkalan gas elpiji 3 Kg mengeluhkan masih ada oknum masyarakat yang membeli bahan bakar lebih dari satu tabung. Dengan begitu, kelangkaan gas semakin terasa oleh masyarakat setempat. 

Seperti yang diceritakan Rio (29) pemilik pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jalan Teuku Umar, Padang, ia mengatakan, ada beberapa oknum warga yang membeli tabung gas lebih dari satu tabung. Akhirnya, stok gas subsidi di pangkalan dalam waktu singkat cepat habis.

"Saya masih melihat ada orang yang telah membeli satu tabung gas, kemudian ia juga menyuruh anaknya membeli gas elpiji lagi di tempat pangkalan yang sama, hal tersebut juga memicu kelangkaan gas yang dirasakan oleh masyarakat setempat," paparnya saat diwawancarai oleh Covesia.com, Kamis (10/10/2019).

Rio mengatakan, akibatnya warga perekonomian menengah ke bawah yang terlambat membeli gas ke pangkalan setempat tidak bisa memperoleh gas melon tersebut. "Maka dari itu, terpaksa warga setempat membeli gas dengan harga yang tinggi di warung," paparnya. 

Namun, ia menyebutkan, dirinya tidak mendata warga yang membeli tabung gas, jika ada yang membeli langsung dijual. "Tidak tau darimana asal pembeli itu, yang jelas jika ia membeli, langsung saya kasih," ucapnya. 

"Ke warga miskin saya menjual gas elpiji 3 Kg dengan harga Rp18 ribu, jika ada orang yang membeli gas dengan mobil saya kasih harga Rp 19 ribu," ucapnya.

Baca juga: Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp30 Ribu di Padang, Warga: Karena Kebutuhan Terpaksa Dibeli

Sementara itu, pemilik pangkalan gas elpiji 3 Kg Ai (28) di Kalawi mengatakan, ia selalu mendata warga yang membeli tabung gas dengan cara mencatat nama pembeli dan alamatnya. "Saya selalu mendata warga, agar warga yang lain bisa mendapatkan gas," ucapnya. 

Ai menuturkan, ia menerima stok gas elpiji 3 Kg dari SPBE sebanyak 100 tabung. "Setiap hari Kamis gas datang di lokasi saya," ucapnya. 

Pemilik warung, Nuri (27) di Jati yang juga menjual gas elpiji 3 Kg mengaku jarang menjual bahan bakar tersebut, karena stok gas di pangkalan di wilayahnya cepat habis. Ia menyebutkan, untuk mendapatkan gas dirinya harus pergi ke Bungus untuk menjemput gas. 

"Sudah satu bulan saya merasakan hal seperti ini, kelangkaan ini lebih parah lagi dari tahun kemarin," ucapnya.

Nuri mengatakan, saat ini tabung gas elpiji 3 Kg yang dijual di warung miliknya dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. "Terpaksa juga saya menjual harga gas yang tinggi karena langka, kalau hari biasanya saya menjual hanya Rp 23 ribu," ucapnya.

Kontributor: M.Iqbal



Berita Terkait

Baca Juga