Sidang Kasus Kesusilaan di Bukittinggi Diwarnai Aksi Orasi Mahasiswa, Saksi Korban kembali Tak Hadir

Sidang Kasus Kesusilaan di Bukittinggi Diwarnai Aksi Orasi Mahasiswa Saksi Korban kembali Tak Hadir Sidang Kasus Kesusilaan di Bukittinggi Diwarnai Aksi Orasi Mahasiswa, Kamis (10/10/2019)(Foto: Covesia/ Debi)

Covesia.com - Sidang keempat kasus asusila terhadap terdakwa mantan pimpinan kantor cabang pembantu salah satu bank BUMN di Bukittinggi di pengadilan negeri klas IB diwarnai aksi orasi mahasiswa, Kamis (10/10/2019).

Selama sidang kasus asusila berlangsung sejumlah mahasiswa menyuarakan agar pihak pengadilan bersikap adil terhadap kasus asusila yang dialami teller bank BUMN tersebut. Namun mahasiswa juga tidak diperbolehkan masuk selama proses sidang hingga sidang usai.

Koordinasi orasi, M. Ridwan menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa peduli terhadap HAM menginginkan bahwa pihak pengadilan bersikap adil dan bijak terhadap kasus pelecehan yang dialami seorang perempuan teller bank tersebut.

"Bersikap dengan seadil-adilnya tidak berat sebelah dalam memutuskan perkara. Serta mengadili terdakwa mantan pimpinan yang melakukan pelecehan," jelasnya.

Sementara itu humas pengadilan negeri klas IB Bukittinggi, Munawwar mengungkap perwakilan mahasiswa telah menyampaikan isi orasi dalam aksi demo yang dilakukan di depan pengadilan.

"Intinya pihak pengadilan menerima apa yang diorasikan mahasiswa terhadap kasus asusila ini. Dengan komitmen pengadilan negeri Bukittinggi harus adil dan bijaksana karena pada dasarnya tugas pengadilan memang menuntut hal demikian," terangnya.

Pada sidang keempat kasus asusila tersebut dengan agenda menghadirkan saksi korban kembali ditunda karena saksi korban kembali tidak hadir karena dalam kondisi sakit.

Jaksa penuntut umum (JPU), Bobi Haryanto menyampaikan sidang kembali ditunda majelis hakim karena pada sidang keempat ini saksi utama korban tidak hadir karena sakit.

"Sidang kembali digelar pada tanggal 21 Oktober mendatang dengan agenda yang sama karena keterangan dari saksi menjadi penguat JPU," katanya.

Dan jika saksi korban juga tidak hadir, tambahnya maka majelis akan mengambil keputusan apakah dibacakan saja berkas yang ada dan JPU berharap pada persidangan selanjutnya saksi korban bisa hadir karena saksi korban merupakan saksi utama dalam kasus ini.

(deb/don)



Berita Terkait

Baca Juga