Petani Keluhkan Murahnya Harga Semangka Saat Musim Panen di Pessel Sumbar

Petani Keluhkan Murahnya Harga Semangka Saat Musim Panen di Pessel Sumbar Foto, Petani di Koto Taratak Kecamatan Sutera, Pessel sedang melakukan panen buah semangka.(Indrayen)

Covesia.com - Petani semangka di Kampung Koto Taratak, Kenagarian Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluhkan murahnya, harga semangka petani saat musim panen tiba.

Menurut informasi, saat ini harga semangka hasil panen petani di daerah tersebut, hanya dibeli oleh pembeli (Tokeh) Rp.1.100 perkilogram. 

Padahal, harga biasa dan harga sebelumnya, semangka hasil panen petani didaerah tersebut, dibeli oleh tokeh Rp2.500 perkilogramnya. 

"Musim panen sebelumnya, harga satu kilogram semangka kita Rp2.500-3.000 perkilogram. Tapi panen kali ini harganya turun dua kali lipat lebih rendah dari sebelemnya, yaitu Rp1.100-1.200 perkilo," sebut salah seorang petani semangka Meidi (29) dengan raut wajah mengeluh pada Covesia.com Rabu (9/10/2019)

Diakuinya Meidi, musim panen semangka kali ini dirinya tidak dapat untung. Karna harga perkilogram semangka terlalu murah.

"Bagaimana caranya dapat untung, modal kita saja, sulit kembali. Kita hanya dapat capeknya saja,"ujarnya Meidi

Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 20 orang lebih petani semangka mengalami kerugian. Karna rata-rata semangka hasil panennya terjual dengan harga yang sama.

"Semua petani semangka mengeluh dengan murahnya harga semangka dimusim kali ini. Dan hasil panen kita kali ini sangat jauh berbeda dengan musim sebelumnya," ujarnya lagi.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh petani semangka, Ramlan (56), dimana ia hanya mendapatkan uang Rp1.650.000 dari hasil panen semangkanya pada musim kali ini.

Padahal, dimusim sebelumnya empat petak lahan miliknya, yang berisi buah semangka. Bisa mendapatkan uang sekitar Rp4.000.000 sampai Rp5.000.000, setelah panen.

"Sedangkan, sekarang dengan isi petak yang sama ditahun lalu. Dirinya hanya bisa mendapatkan uang Rp1.650.000, dengan berat semangka yang diperolehnya sebanyak 1,5 ton," katanya

Selain harganya yang murah, sebagian semangka para petani juga diserang penyakit. Dimana buah semangka petani busuk dibagian bawahnya.

"Saya kilokan buah semangka saya yang busuk ada sekitar 200 kilogram. Begitu juga dengan beberapa petani yang lain, semangkanya juga banyak yang busuk,"katanya lagi

Lanjutnya dikatakan, selain harganya yang murah, semangka yang dijual petani kepada tokeh atau si pembeli juga tidak dibayarkan penuhnya.

Dimana, si pembeli hanya sanggup membayarkan uang petani separoh dari hasil semangka yang dibelinya dari petani

"Parahnya lagi uang hasil penjualan samangka kita, dibayarkan dulu separoh oleh tokeh. Beberapa hari setelah itu, baru dibayarkan lagi separohnya,"tutupnya

Sementara, ketika ditanyakan wartawam kepada beberapa orang petani, apa penyebab harga semangka petani ditempat itu murah.

Pihak tokeh mengatakan kepada para petani, bahwa buah semangka di Pessel sedang banjir. Karna dibeberapa kecamatan lain, petani juga sedang panen semangka.

Kontributor: Indrayen

Berita Terkait

Baca Juga