Guru Besar Ilmu Arkeologi Unand Herwandi Miliki 42 Sertifikat HaKI di Bidang Motif Batik

Guru Besar Ilmu Arkeologi Unand Herwandi Miliki 42 Sertifikat HaKI di Bidang Motif Batik Guru Besar Ilmu Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Herwandi. Foto: Laila Marni

Covesia.com - Guru Besar Ilmu Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Herwandi resmi dikukuhkan. Ia telah mengantongi sebanyak 42 sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam rentang waktu 2017-2018.

"Saya menemukan motif batik asli sumatera barat dari artefak peninggalan kuno yang terdapat di Sumbar," ungkapnya saat menyampaikan orasi di convention hall, Unand Senin, (7/10/2019).

Ia mengatakan bahwa Arkeologi artinya mengkaji kepurbakalaan yang erat hubungannya dengan sejarah kebudayaan yang memiliki nilai estetik, indah dan unik.

"Sumbar sangat kaya dalam warisan arkeologis sehingga baik dijadikan inovasi batik kreatif di Sumbar," ungkapnya.

Herwandi menyayangkan banyak motif batik yang bertentangan dengan filosofi adat. "Di adat kita penggambaran binatang tidak dianjurkan, namun masih banyak yang memilih menggunakan motif tersebut, seperti motif kabau padati, kudo bendi, dan urang baladang," jelasnya.

Sebanyak 42 motif batik yang dihakpatenkan padanya mempertahankan dan setia dengan filosofi adat. "Hanya nama binatang yang dipakai, tapi tidak untuk bentuk motifnya," ujarnya.

Sedangkan 7 motif batiknya telah beredar dan dijual bebas. Bahkan di acara pengukuhan gelar guru besarnya 7 batik itu dipakai oleh beberapa orang. 

Sementara, 7 batik tersebut diberi nama antara lain, Menhir Pucuk Pakis, Garundang Mandi, Kabek Daun Kacang, Ayam Jantan, Layang-layang,Ayam Balatiang, Sakilek Ikan dalam Aia.

Ia berharap motif batik yang sudah dihakpatenkan tersebut bisa memudahkan pengrajin yang memiliki permasalahan kekurangan motif batik.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga