Hubungan dengan DPRD Memanas, Wabup 50 Kota Ferizal Ridwan Siap Dipanggil

Hubungan dengan DPRD Memanas Wabup 50 Kota Ferizal Ridwan Siap Dipanggil Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan ( Foto: Dok.Pribadi)

Covesia.com - Hubungan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan memanas dengan DPRD setempat. Hal ini dikarenakan sindiran Ferizal yang dianggap tidak tepat oleh Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra perihal perjalanan dinas ratusan ASN yang menggunakan APBD Perubahan dan turut menyeret nama DPRD, Jumat (4/10/2019) silam. 

Kedua pejabat ini pun saling balas pantun.

Ferizal yang saat itu menyindir Ratusan ASN beramai-ramai melakukan perjalanan dinas luar secara massal, Jumat (4/10/2019) akan diikuti oleh DPRD sehari kemudian, Sabtu (5/10/2019). 

Ini dikarenakan adanya kenaikan anggaran perjalanan dinas di tubuh Pemkab dan DPRD Limapuluh Kota setelah APBD Perubahan ketok palu beberapa hari sebelumnya.

Ditambah lagi sindiran yang berlangsung saat sidang paripurna pengambilan sumpah dua wakil pimpinan DPRD Limapuluh Kota ini menyinggung ada ketidakberesan antara Pemkab dan DPRD Limapuluh Kota dalam membahas APBD perubahan. 

Bahkan disimpulkan saat itu, terjadi perselingkuhan antara Pemkab dan DPRD Limapuluh Kita dari menyusun APBD Perubahan. Pasalnya, sejak penyusun, membahas, hingga pengesahan hanya membutuhkan enam hari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota bereaksi. Ia menyebutkan sindiran Wabup salah alamat jika mengkait-kaitkan institusi DPRD dalam perjalanan dinas luas ratusan ASN ini.

“Tidak ada hubungan perjalanan dinas DPRD dengan perjalanan dinas ratusan ASN secara massal kemarin. Wabup salah alamat dan salah dalam menunjuk objek,” ujar Deni Asra kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Disebutkan Deni, perjalanan dinas DPRD ini juga tidak ada kaitannya dengan APBD Perubahan. Pasalnya, pembiayaan perjalanan dinas DPRD keluar daerah dibiayai oleh APBD induk, bukan APBD Perubahan dan merupakan perjalanan dinas luar pertama sejak dilantik dua bulan yang lalu.

“Kemudian hubungan dengan APBD Perubahan juga tidak ada. Perjalanan dinas luar kami (DPRD-red) saat ini dibiayai oleh APBD induk, bukan dari APBD Perubahan. Lagi pula, proses APBD Perubahan tengah dievaluasi oleh gubernur dan akhir Oktober 2019 ini diterima hasil evaluasinya,” ucapnya.

Deni menyayangkan sindiran Wabup ini ditakutkan bisa berdampak kepada berkurangnya kekuatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Limapuluh Kota. Diharapkannya, bisa saling bersinergi bersama untuk saling bahu-membahu.

“Akan lebih baik kita semua duduk bersama. Selesaikan persoalan Limapuluh Kota satu persatu. Di tubuh Pemkab banyak persoalan yang rumit dan belum terselesaikan. Nanti kami akan menjadwalkan untuk memanggil Wabup kenapa beliau seperti itu,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Limapuluh Kota mengaku siap untuk dipanggil oleh DPRD Limapuluh Kota. Baginya, sindiran kemarin tidak satupun yang salah.

“Saya siap dipanggil kapan pun. Malah saya sangat senang jika dipanggil DPRD. Nanti saya ingin sidang pemanggilan saya ini terbuka untuk umum. Kalau perlu disiarkan di radio dan ada layar lebar. Yang salah bukan sindiran saya. Tetapi ada yang salah di Pemkab dan DPRD Limapuluh Kota,” Kata Ferizal.

Ferizal mengibaratkan ada "darah yang tengah tersumbat di urat nadi." Aturan dan program yang harusnya berjalan sebagaimana mestinya tidak terealisasi dengan baik karena kerap dianggap remeh. 

APBD Perubahan hanya salah satu dari sekian banyak persoalan tersebut.

“APBD Perubahan hanya salah satu contoh dari sekian yang banyak. Saya sindir saja sekali didepan forum, sudah banyak yang kelabakan. Berarti memang ada yang salah di tubuh Pemkab dan DPRD Limapuluh Kota,” ulasnya.

Dicontohkan Ferizal, dalam pembangunan mesjid di lingkungan Kantor Bupati sudah ada anggaran di Kesekretariatan Kantor Bupati Bagian Kesra. 

Namun, pembangunan tetap dijalankan menggunakan dana infak. Bahkan sekarang, mesjid berhutang pada pihak ketiga. 

Sedangkan uang yang dianggarkan untuk masjid telah dialihkan menjadi perjalanan dinas luar dalam APBD Perubahan.

“Saya dengan senang hati dipanggil oleh DPRD. Saya tunggu kapan waktunya. Mari kita duduk bersama untuk menyelesaikan segala persoalan di Limapuluh Kota. Tapi harus pertemuan secara terbuka, Itupun jika DPRD berani,” tutup Ferizal. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga