Bupati Pasaman 'Geram' Melihat Minimnya Kehadiran ASN di Pergelaran Seni Multi Etnis

Bupati Pasaman Geram Melihat Minimnya Kehadiran ASN di Pergelaran Seni Multi Etnis Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat membuka acara penampilan kesenian multi etnis di halaman GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Minggu (6/10/2019) malam.

Covesia.com - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengaku sangat 'geram' melihat minimnya kehadiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dalam kegiatan pergelaran seni multi etnis di halaman GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Minggu malam (6/10/2019).

Padahal kata Yusuf Lubis kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Pasaman ke-74 Tahun 2019, sekaligus melestarikan Seni Budaya Daerah.

"Kegiatan Pergelaran Kesenian Multi Etnis ini memang kegiatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman. Akan tetapi ini menjadi tanggungjawab kita semua khususnya dari seluruh SOPD. Namun saya lihat hanya hitungan jari yang datang," kata Yusuf Lubis dengan nada kesal.

Menurut Yusuf Lubis ASN Pemkab setempat bisa menjadi contoh yang baik dengan turut memeriahkan acara tersebut dihadapan masyarakat.

"Saya minta kepada panitia untuk memberikan catatan kepada saya besok pagi siapa-siapa ASN maupun Kepala SOPD yang tidak hadir malam ini. Kemudian karena acara kita dua hari, besok juga diminta untuk diperhatikan kehadirannya. Agar setiap momen di Pemda ini tidak lewat begitu saja dan menjadi perhatian bagi kita semua," katanya.

Yusuf Lubis mengaku kegiatan pergelaran kesenian multi etnis tersebut sebagai wujud nyata keseriusan Pemerintah Daerah dalam membina, mengembangkan dan melestarikan seni budaya setempat.

"Sebagaimana kita ketahui Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah yang memiliki keberagaman kesenian menyatu dengan kesatuan yang keberadaannya diakui pemerintah pusat sebagai warisan budaya takbenda Indonesia," tutupnya.

Dalam pantauan Covesia.com, kegiatan tersebut memang minim dihadiri oleh ASN dari SOPD setempat. Dari Kepala SOPD hanya tiga orang yang hadir yaitu Kepala Dispendibud, BPBD dan DPP KB.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ali Yusri mengaku sudah menyebarkan undangan maupun pemberiatahuan baik lewat surat maupun mobil pengeras suara Kominfo terkait acara tersebut.

"Undangan sudah kami sampaikan sejak dua hari yang lalu kepada seluruh jajaran Forkopimda, SOPD, Camat, Wali Nagari se Pasaman. Namun kenyataannya teman-teman minim kehadirannya yang belum diketahui alasannya,"kata Ali Yusri didampingi Kabid. Kebudayaan, Deaskharinalim kepada Covesia.com.

Acara yang dihelat dua malam tersebut berturut-turut hingga nanti malam (7/10) akan menampilkan aneka kesenian daerah multi etnis (Minang, Tapanuli/Mandahiling dan Jawa).

"Ada kesenian Dikia Pano dari Simpati, Randai Nagari Aia Manggih, Gamat Tikam Tuo, Tor-tor Padang Gelugur, Sampuraga dan aneka tarian dari Tapanuli. Kami juga mengimbau kepada masyarakat Pasaman untuk bisa mengahdiri dan meramaikan acara tahunan ini," tutupnya.

(eri/nod)


Berita Terkait

Baca Juga