Pelaku Curat Dua Bersaudara di Bukittinggi Dibekuk Polisi

Pelaku Curat Dua Bersaudara di Bukittinggi Dibekuk Polisi Salah seorang Pelaku saat digiring di Mapolres Bukittinggi, Senin (7/10/2019)(Foto: Covesia/ Debi)

Covesia.com - Tim anti Jatanras (Kejahatan dengan kekerasan) Polres Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) berhasil meringkus dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), Senin (7/10/2019) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso menyampaikan kedua pelaku diringkus di depan kantor Walinagari Padang Luar Kabupaten Agam, Sumbar.

"Tersangka D (30) dan AP (29) merupakan kakak beradik warga kelurahan Campago Ipuah, Mandiangin Koto Selatan (MKS) kota Bukittinggi. Dimana kedua aksi tersangka sudah meresahkan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan kedua tersangka telah menjalankan aksinya sebanyak 16 kali di sejumlah lokasi di Bukittinggi dan penangkapan kedua pelaku dilakukan berdasarkan laporan polisi dan langsung dilakukan pengembangan.

"Tersangka telah menjalankan aksinya di kawasan Garegeh, Simpang Tembok, Pasar Pagi, Aur Kuning, Parik Putuih, Pasar Banto, Pasar Bawah, Tanah Jua, dan sejumlah lokasi lainnya. Dimana modus tersangka mengintai toko dan rumah yang luput dari penjagaan," terangnya.

Menurut pengakuan tersangka, ujarnya, mereka menjalankan aksinya sejak November 2018 lalu dengan cara mencongkel jendela toko dan rumah targetnya.

"Tersangka D merupakan aktor utama yang dibantu oleh tersangka AP. Setelah mendapatkan sejumlah barang curian tersangka menjualnya untuk dibelikan narkotika jenis sabu," ucapnya.

Sementara itu, ketua tim Anti Jatanras Polres Bukittinggi, AKP Pradipta Putra Pratama menyebutkan saat tim melakukan penangkapan terhadap tersangka sempat melakukan perlawanan dan melarikan diri.

"Dengan sigap tim langsung mengejar dan memberikan peringatan kepada tersangka untuk menyerah namun kedua pelaku tetap lari dan akhirnya tim memberikan tembakan kepada tersangka," jelasnya.

Ditambahkan Pradipta, tim memberikan tembakan terhadap tersangka D (39) yang melawan kepada petugas saat ditangkap. Dan tersangka D merupakan residivis pada kasus yang sama dan baru keluar dari penjara pada tahun 2017.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara.

(deb/don)


Berita Terkait

Baca Juga