Mediasi Permasalahan Larangan Berdagang, Pengacara ASPEKK Datangi SDN 11 Lubuk Buaya

Mediasi Permasalahan Larangan Berdagang Pengacara ASPEKK Datangi SDN 11 Lubuk Buaya Pengacara ASPEKK, Zulkifli (baju putih) saat mendatangi SDN 11 Lubuk Buaya, Sabtu (5/10/2019)(Foto: Laila)

Covesia.com - Pihak Sekolah Dasar Negeri 11 Lubuk Buaya melarang pedagang baik kecil maupun keliling untuk berjualan sekitaran sekolah. Pelarangan tersebut berdampak besar bagi pedagang kecil.

Beberapa kali pedagang berusaha menemui pihak sekolah, namun tak sekalipun dapat bertemu dengan alasan pihak sekolah sedang melaksanakan tugas lain. Akhirnya pedagang yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Pedagang Kecil dan Kakilima (ASPEKK) meminta bantuan pengacara. 

“Kita cari jalan keluar, win win solution saja,” ungkap pengacara ASPEKK, Zulkifli kepada Covesia.com sesaat setelah melakukan mediasi dengan pihak sekolah, Sabtu (5/10/2019).

Kami mengharapkan pihak sekolah bisa mempertimbangkan kembali tentang surat larangan untuk berjualan.

"Saya harap pihak sekolah meninjau kembali, kami memberi waktu seminggu untuk pihak sekolah merapatkan kembali,” terangnya.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan jika pihak sekolah tak ada respon akan ada jalan lain. ”Kami akan bawa ke jalur hukum,” jelasnya.

Selain pelarangan untuk berjualan pada pedagang, pihak sekolah juga melakukan suatu pelanggaran. “Kami juga akan menggugat mengenai fasilitas umum yang dipagar oleh pihak sekolah yakninya trotoar, itu hak pejalan kaki,” ungkapnya.

Kami harap, pihak sekolah dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ini. “Misalnya pedagang boleh menitipkan dagangannya ke koperasi sekolah, atau berdagang di dalam sekolah dengan ketentuan yang disepakati,” ujarnya.

Pengacara yang berkantor di Pekanbaru dan Batusangkar itupun mengatakan bahwa kehadirannya untuk menemui pihak sekolah hanya berdiskusi.

“Bagaimana pedagang mendapatkan haknya untuk berdagang dan sekolah tidak terganggu, setidaknya pedagang masih bisa menghasilkan tidak seperti sekarang,” tutupnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga