Saat Melaut, Dua Orang Nelayan di Pariaman Tersengat Ubur-ubur Bluebottle

Saat Melaut Dua Orang Nelayan di Pariaman Tersengat Uburubur Bluebottle Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Saat melaut diperairan Kota Pariaman, dua orang nelayan di kota itu, tersengat Ubur-ubur Bluebottle. Karena sengatan itu, mereka harus dirawat intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD) di daerah tersebut.

Seorang nahkoda kapal nelayan di Kota Pariaman atas nama Perizal (37) membenarkan kejadian tersebut. "Iya ada, salah satu korbannya yang tersengat ubur-ubur tersebut, anak buah kapal (ABK) saya," kata Perizal, pada Kamis (3/10/2019).

Lanjut Perizal, ia tersengat sekitar 10 hari yang lalu, tapi sekarang sudah kembali pulang ke rumah. Namun selang beberapa hari lagi, ada juga seorang nelayan yang juga tersengat oleh ubur-ubur tersebut.

"ABK saya ini tersengat ubur-ubur bluebottle itu, di sekitar wilayah Pulau Kasiak, Kota Pariaman. Saat itu ia sedang mengangkat jaring di tengah laut," ucap Perizal.

Dikatakan Perizal, usai tersengat ubur-ubur tersebut kulit ABKnya memerah dan melepuh serta detak jantungnya melemah. 

"Karena kejadian itu, ia terpaksa dibawa ke rumah sakit. Di sana ia mendapatkan sejumlah suntikan dan dirawat semalaman," ungkapnya.

Dijelaskan Perizal, terkait ubur-ubur bluebottle itu. Ia mengatakan, itu kali pertama ia melihatnya, selama melaut di Pariaman.

"Setelah kejadian itu, kami lebih berhati-hati lagi dalam melaut. Sebab saya melihat ubur-ubur itu masih banyak mengapung diperairan itu," katanya.

Sementara itu, salah seorang korban tersengat ubur-ubur tersebut, Ali Imran (43) juga mengungkapkan, bahwa ia juga melihat ubur-ubur dengan jenis itu, di wilayah perairan Pulau Angso Duo, pada Minggu (29/9/2019) lalu.

"Waktu itu saya juga pernah memegang ubur-ubur tersebut. Karena saya penasaran ingin mengetahui rasa sengatan ubur-ubur itu. Namun tidak lama setelah itu, tangan saya teresa panas, sendi lengan sakit dan saya juga merasakan detak jantung saya terasa lemah. Tapi beruntung saya cepat dibawa ke rumah sakit, dan berasil disembuhkan," sebutnya.

Terkait kejadian sengatan ubur - ubur itu, Direktur RSUD Kota Pariaman dr. Indria Velutina, membenarkan adanya kejadian ini. 

"Iya memang ada nelayan yang tersengat ubur - ubur itu. Tapi yang tercatat hanya pada 7 September 2019 lalu saja," ujarnya.

Kontributor: Peri Musliadi

Berita Terkait

Baca Juga