Demo Mahasiswa Temukan Tisu Antiseptik di Ruang Kerja DPRD Sumbar, Begini Klarifikasi Pemiliknya

Demo Mahasiswa Temukan Tisu Antiseptik di Ruang Kerja DPRD Sumbar Begini Klarifikasi Pemiliknya Ilustrasi, masa demo mahasiswa memasuki kantor DPRD Sumbar, Rabu (26/9/2019) (Foto: M Iqbal/Covesia)

Covesia.com - Ribuan mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi se-Sumatera Barat (Sumbar) melakukan aksi unjuk raa terkait penolakan RKUHP hingga RUU KPK, dalam aksi tersebut, mahasiswa juga berhasil memasuki kantor DPRD Sumbar, Rabu (25/9/2019) kemarin. 

Saat menduduki gedung wakil rakyat itu, sejumlah mahasiswa menemukan beberapa barang pribadi milik salah satu staf fraksi di DPRD.

Staf fraksi ini adalah Dodi Mariandi, dalam tayangan video berdurasi 0.51 detik itu mahasiswa kedapatan menemukan beberapa barang pribadi miliknya seperti kartu identitas, STNK Motor, SIM, ATM, dokumen, uang Rp 1.5 juta hingga tisu antiseptik. 

Namun, melalui rilis yang didapat Covesia.com, Kamis (26/9/2019), ia mengatakan bahwa barang tersebut telah hilang.

"Perlu saya informasikan juga bahwa barang-barang yang diperlihatkan dalam video tersebut semuanya hilang, selain barang milik saya, beberapa barang milik rekan saya di kantor juga menjadi korban penjarahan, dua pasang sepatu, dan tas yang berisi dokumen serta uang tunai juga hilang," tulisnya. 

Terkait ditemukannya tisu antiseptik oleh mahasiswa, Dodi mengklaim bahwa ia tidak pernah sekalipun menyalahgunakan seperti yg dituduhkan oleh oknum mahasiswa di dalam video. 

"Lebih jelas lagi, barang tersebut hanya saya gunakan dalam berhubungan dengan istri dan diketahui oleh istri saya," lanjutnya.

Dalam rilis, Dodi berharap kepada seluruh pihak agar barang-barang yang hilang dapat ditemukan kembali, termasuk kepada rekan-rekan mahasiwa yang melakukan aksi, karena ia yakin insiden seperti ini bukanlah hal yang diharapkan oleh rekan-rekan mahasiswa.

"Saya merasa perlu memberikan klarifikasi yang jelas, mengingat semakin tingginya tekanan mental yang hingga saat ini dirasakan oleh istri dan keluarga saya," imbuhnya.

"Saya mohon kepada semua pihak agar menghentikan penyebaran video yang berisi temuan barang pribadi milik saya di kantor DPR," tutupnya.

Kontributor Padang: Muhammad Iqbal 

Berita Terkait

Baca Juga