Walhi: Pemerintah longgarkan Investasi, Petani Semakin Terpinggirkan

Walhi Pemerintah longgarkan Investasi Petani Semakin Terpinggirkan Foto: Laila Marni/covesia

Covesia.com- Zulpriadi, dari Divisi Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar menilai bahwa kebijakan pemerintah yang melonggarkan Investasi ke Indonesia semakin meminggirkan petani.

"Kepemilikan petani akan lahan sangat kecil disebabkan oleh investasi yang diperbolehkan oleh pemerintah, hingga petani disingkirkan oleh modal besar," ungkap Zulpriadi kepada Covesia.com di halaman Komnas HAM, Padang Senin, (23/9/2019).

Zulpriadi juga mengatakan bahwa  investasi yang datang ke Sumbar merusak lingkungan. Ia menyebutkan contoh perusakan tersebut terjadi di Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dibangunnya pembangkit listrik panas bumi yang dipakai adalah lahan petani. "Luas lahan dirusak, namun belum dilakukannya rehabilitasi," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di Pesisir Selatan juga terjadi perusakan akibat investasi pada galian sungai. "Kegiatan tersebut menyebabkan sedimentasi dan lahan pertanian tidak bisa dialiri air," ungkapnya.

"Itu merupakan tindakan terstruktur dan masif yang dilakukan oleh penguasa dan pengusaha," ujarnya.

Sebenarnya petani memiliki hak untuk mengolah lahan. "Namun lahan mereka sudah dijadikan untuk investasi, itu bertentangan dengan Undang-Undang Agraria," terangnya.

"Kita mendorong masyarakat untuk kolektif menolak aturan yang mendeskritkan petani, juga berharap petani lebih melek terhadap informasi," tutupnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga