Kualitas Udara di Payakumbuh dan 50 Kota "Tidak Sehat", Siswa Sekolah Diliburkan

Kualitas Udara di Payakumbuh dan 50 Kota Tidak Sehat Siswa Sekolah Diliburkan Tampak kabut asap pekat di salah satu sekolah di Payakumbuh, siswa dalam upacara bemdera sebelum keputusan memulangkan seoolah oleh kepala Daerah setempat, Senin (23/9/2019)(Foto: Covesia/ Angga)

Covesia.com - Kualitas udara di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang kian menurun membuat seluruh siswa SD dan SMP di dua daerah ini diliburkan. Namun siswa tetap dibebankan belajar di rumah masing-masing terhitung tanggal 23-25 September 2019. Sedangkan kepala sekolah dan guru tetap beraktivitas di sekolah. 

Keputusan ini langsung diambil oleh kepala daerah dua daerah ini melalui sekda masing-masing. Pasalnya, kualitas udara di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sudah dalam kategori “Tidak sehat” dan berada dalam ambang “Bahaya”. 

“Setelah kami pantau sejak kemarin. Kualitas udara terus menurun dan kabut asap kian pekat di Kota Payakumbuh ini. Jadi lebih baik kami memutuskan untuk meliburkan anak-anak bersekolah. Dampak kesehatan dari kabut asap ini yang menjadi perhatian bagi kami,” ucap Sekda Kota Payakumbuh, Ridha Ananda kepada awak media di Kantor Walikota Payakumbuh, Senin (23/9/2019). 

Ditambahkannya, informasi yang didapat dari BMKG kualitas udara di Kota Payakumbuh tidak jauh beda dengan Kota Pekanbaru yaitu sangat tidak sehat dan sudah berada dalam ambang “Bahaya”. 

“Udara di Kota Payakumbuh sudah mendekati Bahaya. Sekarang ini sudah sangat tidak sehat. Seluruh masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu memakai masker,” ucapnya. 

Senada, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi juga melakukan hal yang sama. Dirinya juga mengambil keputusan yang sama dengan meliburkan para siswa dalam rentang waktu yang sama. Namun, masa libur siswa ini bisa saja diperpanjang atau diperpendek. Tergantung perkembangan kualitas udara yang ada di Limapuluh Kota. 

“Kami juga melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan kabut asap yang kian pekat. Untuk sekarang ini kami memutuskan meliburkan siswa selama 3 hari. Tetapi lihat perkembangan nantinya. Bisa di perpanjang atau diperpendek masa libur ini,” jelasnya. 

Mengingat kualitas udara yang kian buruk dan tidak adanya hujan di Kabupaten Limapuluh Kota maupun Kota Payakumbuh selama 10 hari terakhir, Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota akan melaksanakan shalat Istisqa (Shalat minta hujan-red) dibeberapa wilayah. 

Untuk Pemko Payakumbuh memusatkan shalat Istisqa di Gelanggang Pacuan Kuda, Payakumbuh Barat dan Kantor Walikota Payakumbuh. Sedangkan Pemkab Limapuluh Kota memusatkan shalat di halaman kantor Bupati Limapuluh Kota dan lapangan Bola Situjuh Limo Nagari. 

Pantauan Covesia.com di Kota Payakumbuh, setelah keputusan meliburkan siswa ini diambil pukul 09.30 WIB, seluruh sekolah memulangkan para siswa yang telah berada di lingkungan sekolah. Tampak jelas di jalan-jalan utama Kota Payakumbuh para siswa ramai keluar dari sekolah untuk menuju ke rumahnya masing-masing

 (agg)

Berita Terkait

Baca Juga