Perihal Parkir Sembarangan di Kota Padang, Pengamat: Harus Disosialisasikan Secara Luas

Perihal Parkir Sembarangan di Kota Padang Pengamat Harus Disosialisasikan Secara Luas Tampak mobil yang parkir sembarangan di badan jalan Sudirman kota Padang (Foto: Covesia/ Iqbal)

Covesia.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang akan menetapkan sistem derek bagi kendaraan yang parkir sembarangan mulai 1 Oktober nanti. Pengamat Tata Kota Universitas Bung Hatta (UBH), Haryani menilai peraturan parkir tersebut harus jelas.

“Sebelum diberlakukan sistem derek untuk kendaraan yang parkir sembarangan selayaknya ada pemberitahuan dahulu dimana boleh parkir dan dilarang parkir,” ungkap Haryani kepada Covesia saat dihubungi via telepon, Jumat (20/9/2019).

Haryani menyebutkan bahwa apabila lahan parkir sempit harusnya dicarikan solusi. “Jangan asal derek saja, karena beberapa tempat memang lahan parkirnya sempit,” terangnya.

Ia menambahkan untuk memberlakukan sistem derek harus dilihat dulu situasi dan kondisinya. “Misalnya, sebuah hotel di kota Padang hanya memiliki lahan parkir yang amat sempit, kedapatan ada kendaraan yang parkir sembarangan. Sebaiknya jangan langsung diderek, beri tanda berupa rambu-rambu dilarang parkir,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan tak melulu masyarakat yang parkir bertanggungjawab pengusahanya juga harus bertanggungjawab menyediakan lahan parkir. “Kelayakan parkir hotel bisa di hitung dari jumlah kamar yang disediakan. Kelayakan parkir mall bisa dihitung dari perkiraan jumlah pengunjung,” jelasnya.

Haryani pun menyepakati perlakuan sistem derek untuk yang parkir sembarangan tanpa ada alasan yang dapat diterima.

Kontributor: Laila Marni


 


Berita Terkait

Baca Juga