Perantau Sumbar di Pekanbaru Mulai Pulang Kampung Hindari Dampak Kabut Asap

Perantau Sumbar di Pekanbaru Mulai Pulang Kampung Hindari Dampak Kabut Asap Foto: Angga

Covesia.com - Bencana kabut asap akibat kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau dalam beberapa waktu belakangan ini membuat perantau asal Sumatera Barat mulai pulang kampung. Kualitas udara yang sudah masuk dalam kategori membahayakan menjadi alasan perantau untuk pulang sejenak dari tanah perantauan.

Pantauan Covesia.com di Lubuk Bangku, Kenagarian Ulu Aie, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (16/9/2019) banyak melintas kendaraan roda dua dan roda empat yang berseri Plat BM (Riau-red) mengarah ke Sarilamak. Bahkan di beberapa warung makan di Lubuk Bangku, bisa terlihat pengendara yang menumpang istirahat untuk tidur karena lelah berkendara saat malam hari.

Lastri, salah seorang mahasiswi Universitas Riau (UNRI) asal Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota mengaku sudah tidak kuat bertahan di Pekanbaru karena kabut asap. Ia memilih pulang ke kampung halaman sementara waktu sampai kualitas udara di Pekanbaru membaik.

“Saya pulang karena sudah tidak tahan lagi di sana (Pekanbaru-red). Kabut asapnya sudah sangat parah. Didalam kontrakan saja harus memakai masker, apalagi keluar. Di kampus, mahasiswa dan dosen juga memakai masker saat dalam kelas. Untungnya saja saya sekarang kagi skripsi. Jadi bikin skripsi di kampung saja dulu,” ucapnya kepada Covesia.com yang ditemui saat berisitirahat di salah satu warung di Lubuk Bangku, Senin (16/09/2019).

Ia juga mengatakan, rata-rata mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyelesaikan skripsi memilih pulang ke kampung atau meninggalkan Riau seperti dirinya. Namun, ia kasihan dengan mahasiswa yang masih harus mengikuti perkuliahan ditengah kabut asap yang sangat pekat di Pekanbaru.

“Yang tidak ada keperluan kuliah, rata-rata pulang kampung. Pergi dari Riau. Tapi mahasiswa lain yang masih ada kelas, cukup kasihan. Mereka tetap kuliah. Itu mau tidak mau. Sama kayak orang yang tetap masuk kerja,” ujarnya.

Senada salah seorang perantau asal Tanah Datar, Ramadhan mengatakan saat ini banyak perantau asal Sumbar yang memilih pulang ke kampung karena tidak kuat lagi dengan asap di Pekanbaru. Bahkan beberapa rekannya asal Tanah Datar juga pulang.

“Saya kerja serabutan di Pekanbaru. Jadi lebih baik pulang. Cari rejeki di kampung dulu sampai udara di Pekanbaru membaik. Teman-teman dari Tanah Datar yang tidak memiliki pekerjaan tetap, sudah banyak yang pulang ke Sumbar,” sebutnya.

Sementara itu, Yanti salah seorang pemilik warung nasi di Lubuk Bangku menuturkan sejak seminggu terakhir banyak pengendara dari Riau yang menuju Sumbar. Mayoritas perantau Sumbar yang ingin pulang kampung.

“Lihat saja intensitas kendaraan berseri Plat BM sekarang. Banyak yang masuk sumbar. Itu kendaraan perantau Sumbar yang pulang kampung. Mereka banyak yang berhenti dan beristirahat di warung-warung sekitar Lubuk Bangku ini. Mayoritas alasan karena tidak kuat lagi sama kabut,” kata Yanti.

Disebutkan Yanti, Intensitas yang ramai akan terjadi pada malam hari. Bahkan bisa terlihat pengendara yang kelelahan akan beristirahat dan tidur di rumah makan atau warung yang ada disepanjang jalan Lubuk Bangku.

“Malam hari yang banyak datang. Banyak mereka yang beristirahat di sini dan ada juga memilih untuk tidur. Mereka kelelahan karena banyak menghirup asap sepanjang perjalanan,” kata Yanti.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga