Kabut Makin Pekat, Warga Riau: Pengabnya Asap Karhutla Bikin Sesak Nafas

Kabut Makin Pekat Warga Riau Pengabnya Asap Karhutla Bikin Sesak Nafas Foto Ilustrasi: covesia.com

Covesia.com - Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau belakangan ini telah menimbulakan keresahan bagi masyarakat.

Seperti halnya Abuzar (34) warga Pekanbaru ini mengutarakan bahwa, pekatnya jerebu yang mengepung telah mengganggu aktivitas keseharian dirinya yang setiap hari harus keluar rumah untuk bekerja. Ia sangat berharap, fenomena ini segera berakhir, karena ia khawatir jikalau lebih lama lagi maka akan semakin banyak kerugian yang akan ditanggung oleh masyarakat, baik materil maupun non materil.

"Sudah sangat mengganggu, nafas terasa sudah sesak, disamping itu, aktivitas keseharian juga terganggu terutama malam hari karena jarak pandang yang terbatas," tutur Abuzar kepada covesia.com, Jumat (13/9/2019).

Dirinya meminta kepada pemerintah agar cepat tanggap, dan serius mengatasi karhutla ini, agar hal yang sama tidak lagi terjadi dikemudian hari.

Harapan senada juga dikatakan oleh Nasrul Zein (57) warga Jalan Harapan Raya, Pekanbaru, ia bercerita, dalam beberapa hari ini sudah merasakan sesaknya udara di Pekanbaru. Tidak hanya dirinya, namun hampir semua keluarganya merasakan hal yang sama. Untuk itu ia hanya berharap situasi ini cepat segera berakhir.

"Sudah ngak kuat sebenarnya. Jika dalam beberapa hari kedepan asap masih pekat, maka kami berencana sekeluarga akan pulang ke Sumbar untuk sementara waktu," tutur ayah dua anak ini kepada covesia.com.

Luzi (33) juga mengeluhkan hal yang sama. Tidak banyak yang diharapkannya selain kepungan asap di ibukota provinsi Riau ini cepat berakhir. Jika kondisi ini berlarut, maka bukan hanya dirinya yang terancam dari berbagai penyakit  karena polusi udara berat, namun anak yang masih balita ditambah orang tua yang sudah lanjut usia. 

Tidak hanya Abuzar, Nasrul, dan Luzi. Namun jutaan warga Riau lainnya juga sangat berharap dapat kembali menghirup udara segar seperti sedia kala. Berharap dapat kembali melihat cerahnya langit di Kota ini, juga rindu akan sengatan cahaya mentari pagi. Bukan seperti saat ini yang setiap waktunya dikepung oleh pekatnya jerebu.

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga