Hingga Agustus 2019, BNN Sumbar Ringkus 23 Tersangka Narkoba dengan Nilai Rp23 Miliar

Hingga Agustus 2019 BNN Sumbar Ringkus 23 Tersangka Narkoba dengan Nilai Rp23 Miliar Ilustrasi (Foto: Covesia/Doni Syofiadi)

Covesia.com-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Sumatera Barat mencatat sudah berhasil meringkus 23 tersangka pengedar Narkoba baik jenis Ganja maupun Sabu sejak bulan Januari hingga Agustus 2019 ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Sumatera Barat, Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan seluruh tersangka tersebut terangkum dalam 21 berkas perkara Narkotika lengkap dengan jaringannya dengan total uang sitaan sekitar Rp23 Miliar.

"Kemarin juga kita baru saja berhasil mengungkap jaringan pengedar Narkoba. Ada narkoba Ganja dari aceh, dan sabu-sabu di Pekan Baru. Dan penangkapan terhadap pelakunya kita lakukan di Jakarta," kata Brigjen Pol Khasril Arifin saat memberikan sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Syamsiar Thaib Lubuk Sikaping, Kamis (12/9/2019).

Brigjend Pol Khasril Arifin mengatakan pengungkapan kasus Narkotika tahun ini  jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. "Dari segi kualitas, saat ini sudah berapa banyak jumlah BB narkotika dan tersangka yang kita ungkap. Kemudian, disegi kuantitas, kita dibebankan 12 perkara, namun pengungkapan hingga saat ini sudah melebihi dari target," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa selama BNN Provinsi Sumbar ini berdiri pihaknya sudah berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di daerah Pasaman ini. "Ada sekitar 160 kilo Ganja yang berhasil kita sita dari pelaku penyalahgunaan Narkoba tepatnya pada 17 Agustus 2019 kemarin yang kita ringkus didaerah Tapus, Padang Gelugur,Pasaman," terangnya.

Ia menyampaikan bahwa, Provinsi Sumatera Barat merupakan jalur empuk perlintasan peredaran Narkoba baik Ganja maupun Sabu-sabu. "Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh BNNP dalam pemberantasan Narkoba adalah dengan cara Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kalau bicara ideal tentu prefentif lebih baik dari penindakan. Dengan cara pencegahan itu, supaya ada daya tangkal oleh seluruh lapisan masyarakat kita melakukan sosialisasi tes urine," katanya.

Menurut Khasril, persoalan peredaran Narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN semata, tetapi semua pihak baik penegak hukum, pemerintah, berbagai institusi dan masyarakat harus turut serta dalam hal pemberantasannya. "Harus ada sinergisitas yang baik antara semua lini agar peredaran narkoba di Indonesia bisa diminimalkan bahkan diberantas," ucapnya.

Disamping itu, kata Khasril penindakan terhadap pelaku narkoba ini juga harus jalan terus. "Ini bukan awal, karena narkoba itu peredarannya sudah cukup lama dan makin hari peredarannya semakin mengkhawatirkan. Makanya kita dari BNNP setiap hari harus aktif mengali informasi dan melakukan penyelidikan terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini," katanya. 

Saat ini diakuinya, generasi muda menjadi target utama peredaran narkoba karena bisa menjamin pasar jangka panjang bagi bandar, karena itu program prefentif lebih diintensifkan pada generasi muda.

"Setiap harinya mereka yang menjadi korban dalam kasus narkoba ini selalu bergulir. Khusus rehabilitasi ini, nantinya juga ada proses pasca rehab sebelum mereka di kembalikan ke masyarakatnya. Untuk itu, setelah mereka kembali ke masyarakat hendaknya mereka nanti jangan sampai dikucilkan. Takutnya, jika merasa dikucilkan mereka akan kembali lagi ke dunianya," terangnya.

Pihaknya, juga mengimbau masyarakat untuk dapat aktif memberikan informasi serta mengajak keluarga agar bisa menghindari diri serta mendorong para pecandu narkotika agar dapat melapor untuk mendapat rehabilitasi, baik pemberdayaan masyarakat dalam P4GN serta melakukan rehabilitasi media dan sosial pasca Pengobatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman Atos  saat itu juga mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga keutuhan bangsa, salah satunya dengan mengantisipasi peredaran gelap narkoba di Pasaman inim

"Mari kita bekerja bersama-sama mensosialisasikan bahaya narkoba dan memberantas narkoba, mulai dari kalangan pelajar, aparatur pemerintah maupun masyarakat, sehingga negara kita menjadi negara yang baldatun toyyibatun warabbun ghofur," ajaknya.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga