Musim Angin Selatan Diprediksi Terjadi Hingga 3 Bulan Kedepan, Nelayan di Agam Enggan Melaut

Musim Angin Selatan Diprediksi Terjadi Hingga 3 Bulan Kedepan Nelayan di Agam Enggan Melaut Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com - Hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diprediksi akan terus berkurang.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, (HNSI) Agam, Arman Aciak  mengatakan, hal itu dikarenakan musim angin selatan akan terus terjadi di lautan setempat hingga 3 bulan kedepan.

"Untuk nelayan pancing saat ini banyak yang tidak melaut, tentunya hasil tangkapan nelayan akan berkurang, itu diperkirakan terjadi hingga Desember kedepan,"  ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskannya, musim angin Selatan ini sudah terjadi 3 bulan terakhir, dan menurut perkiraan para nelayan setempat, hal itu berlangsung selama 6 bulan lamanya.

"Ini sudah menjadi resiko kita sebagai nelayan pancing, ada kalanya ikan banyak dan ada juga masanya ikan lebih memilih ke laut dalam karena diperairan dangkal gelombang cukup besar, suhu air jadi dingin dan jernih," lanjutnya.

Sementara itu, untuk nelayan menangkap ikan menggunakan jaring, mereka memilih mencari ikan ke laut lepas bahkan sampai ke mentawai dan hasilnya pun jauh berkurang. "Untuk jarak tempuh jauh tentu memakan waktu lebih dan biaya yang cukup besar, sementara itu hasilnya juga tidak maksimal," jelasnya.

Sambil menunggu perairan kembali tenang, biasnya para nelayan memilih untuk memperbaiki kapal dan alat tangkap ikan, ada juga yang membuat rumpon, (tempat tumbuh bunga karang yang berasal dari pelepah enau muda dan tanaman bakau). "Sementara waktu, untuk mencukupi kebutuhan keluarga bisanya para nelayan memilih kerja serabutan," terangnya.

(han/nod)


Berita Terkait

Baca Juga