Dugaan Korupsi, Polisi Periksa Pengurus KONI Pessel

Dugaan Korupsi Polisi Periksa Pengurus KONI Pessel Ilustrasi korupsi

Covesia.com - Jajaran Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) kembali melakukan penyelidikan dugaan korupsi anggaran dana KONI tahun anggaran 2018-2019 dengan nilai Rp1,3 miliar.

Kasat Reskrim Polres Pessel, AKP Alan Budi Kusuma melalui Kanit Tipikor IPDA Reynold Raymond mengatakan, pihaknya telah memanggil bendahara KONi inisial AD, pada Minggu lalu terkait dana Koni anggaran 2018-2019 untuk Cabor. 

"Kami telah memanggil bendahara Koni inisial AD, selain bendera kami juga bakal memanggil 30 orang saksi yakni terdiri dari Atlet dan Cabor suratnya sudah kami buat tinggal memberikan kepada yang bersangkutan," ujarnya. 

Ia menjelaskan, dalam pemanggilan bandara tersebut ada beberapa pertanyaan yang bakal ia lontarkan.

"Pemanggilan itu sekaligus meminta dokumen terkait pencarian dana KONI tersebut," ujarnya pada Covesia.com, Kamis (12/9/2019)

Ia menambahkan, dana KONI Pessel tahun anggaran 2018-2019 tersebut, senilai Rp1,3 miliar itu merupakan dana hibah dari Pemkab Pessel. 

Dimana anggaran tersebut, diperuntukan untuk kegiatan pelaksanaan PORPROV di Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2018 silam. 

Namun, diduga anggaran tersebut ada sebagian Cabor tidak menerima dana hibah tersebut. 

"Nah, dana untuk Cabor ini lah yang kami selidiki, jika ada pelanggaran kami tidak segan-segan memprosesnya," ujarnya lagi. 

Lanjutnya, karena dana KONI ini adalah dana untuk kepentingan kemajuan olahraga, jika kedapatan akan kita proses

Sebelumnya, Unit Tipikor Polres Pessel, juga telah melakukan penyelidikan anggaran tahun 2017 dengan nilai Rp1,7 miliar. Dan jajaran Polres pun sudah memanggil 20 orang lebih saksi. Kini giliran anggaran tahun 2018-2019.

Kontributor Pessel: Indrayen

Berita Terkait

Baca Juga