Kabut Asap Mulai Pekat di 50 Kota, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah

Kabut Asap Mulai Pekat di 50 Kota Masyarakat Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah ilustrasi

Covesia.com - Kabut asap yang datang dari wilayah tetangga Kabupaten Limapuluh Kota yang sudah mulai berdampak di sebagian wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, BPBD setempat langsung mengeluarkan imbauan untuk memakai masker kepada setiap masyarakat yang hendak keluar rumah. Pasalnya penurunan kualitas udara saat ini, Kamis (12/09/2019) cukup drastis dan masuk kategori tidak sehat.

"Imbauan untuk memakai masker di luar rumah atau kantor ini resmi kami keluarkan mengingat kondisi udara hari ini yang mulai kurang bersahabat," ucap Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Jhoni Amir melalui Kabid Kebencanaan dan Logistik, Rahmadinol kepada Covesia.com, Kamis (12/09/2019).

Disebutkan Rahmadinol, kabut asap ini murni dari wilayah tetangga baik dari Provinsi Riau maupun Kabupaten tetangga. Untuk titik api di Limapuluh Kota, dalam pantauan BPBD Limapuluh Kota tidak ada. 

"Kabut asap ini dari Provinsi Riau dan Kabupaten Tanah Datar. Beberapa titik api terpantau di sana. Di Tanah Datar saat ini masih berlangsung kebakaran hutan pinus dan sudah seluas 5 hektar. Untuk di Limapuluh Kota tidak ada," sebutnya.

Saat ini respon Pemkab Limapuluh Kota masih melakulan himbauan agar keluar dari ruangan untuk memakai masker. Namun untuk langkah selanjutnya, masih melakukan koordinasi dengan pihak lain dan melihat kondisi lapangan yang berkembang beberapa hari kemudian.

"Masih imbauan dulu saat ini. Lihat bagaimana perkembangan beberapa hari ke depan," kata Rahmadinol.

Dalam kajian ke depan ini, akan dilihat kondisi cuaca dan kunjungan masyarakat ke rumah sakit maupun puskesmas. Apabila kondisi semakin buruk, tidak tertutup kemungkinan untuk meningkatkan status menjadi kejadian luar biasa.

"Kondisi seperti ini sudah kami laporkan ke BPBD Provinsi. Tapi mudah-mudahan ada hujan hari ini atau besok. Jadi bisa membawa kabut asap keluar dari Limapuluh Kota. Termasuk melihat tingkat kunjungan puskesmas," katanya.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga