Kabut Asap Pekat di 50 Kota dan Payakumbuh, Kualitas Udara Turun Drastis

Kabut Asap Pekat di 50 Kota dan Payakumbuh Kualitas Udara Turun Drastis ilustrasi

Covesia.com - Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di beberapa kawasan di Provinsi Riau, mulai berimbas ke daerah tetangga (Sumbar-red). Kualitas udara di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh mulai menurun. Bahkan penurunan kualitas udara ini cukup drastis dalam satu hari. Ini dikarenakan kabut asap yang datang, dalam jumlah banyak atau sangat pekat.

Kedatangan kabut asap ini terdeteksi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota pada Rabu, 11 September 2019. Namun sangat terasa pada Kamis, 12 September 2019. Ini bisa di lihat pada siang hari, jarak pandang sudah terbatas dan udara sudah mulai terasa berbau.

Dalam pantauan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota, kualitas udara pada Selasa, 10 September 2019 pukul 16.00 WIB, masih dalam kategori baik. Dimana Nitrogen Monoksida masih 1,23 ppb, Nitrogen Dioksida 0,17, Ozon Permukaan 17 ppb, Karbon Monoksida 160 ppb, Partikel Matter 44 ug/m3 dan sulfur dioksida 0,17 ppb.

Namun pada Kamis, 12 September 2019 pukul 10.00 WIB kualitas sudah jauh menurun dan saat bernafas, udara sudah mulai terasa berbau. Ini dikarenakan Partikel Matter sudah berada pada 73 ug/m3 dan Sulfur Dioksida 0,25 ppb. Kemudian nitrogen monoksida 1,6 ppb dan nitrogen dioksida 0,52 ppb. Alhasil karbon monoksida menebal menjadi 163 ppb dan ozon permukaan menjadi 35 ppb.

"Sekarang udara di Kabupaten Limapuluh Kota sudah tidak sehat. Namun belum dalam posisi berbahaya. Penurunan kualitas udara terpantau pada Rabu malam. Ada kiriman kabut asap yang cukup banyak dari arah timur," ucap Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota, Dr Adel kepada Covesia.com, Kamis (12/09/2019) siang.

Namun, beberapa kualitas udara ini belum mempengaruhi seluruh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. Wilayah-wilatah di sekitar Mudiak seperti kecamatan Suliki, Gunung Omeh dan Bukit Barisan masih dalam kondisi baik.

"Di Kawasan Mudiak udara masih baik. Tetapi wilayah lain sudah terkena imbas kabut asap, termasuk Kota Payakumbuh juga sudah terjadi penurunan kualitas udara," ucapnya.

Menanggapi hal ini, Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk menanggulangi peristiwa ini guna melakukan pencegahan secara dini.

"OPD lain yang ada di Limapuluh Kota sudah kami himbau untuk bersiap-siap agar dampak kabut asap ini tidak merugikan masyarakat," jelas Adel.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga