LBH Padang Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang

LBH Padang Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (11/9/2019)(Foto: Covesia/ M. Iqbal)

Covesia.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Padang menyoroti tindakan represif aparat kepolisian terhadap Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Tindakan tersebut bermula saat mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus melakukan aksi unjuk rasa terkait tranparansi dana dan fasilitas kampus, Rabu siang (11/9/2019).

Unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa awalnya bejalan lancar, kemudian situasi memanas yang dipicu oleh pelemparan botol minuman oleh  seorang yang diduga pihak keamanan kampus dan perkataan tidak pantas dari aparat kepolisian terhadap mahasiswa pendemo.

Akibatnya, Muhammad Jalali selaku koordinator lapangan mendapat kekerasan diduga dari kepolisian hingga mengakibatkan sejumlah luka dibagian bahu kiri dan baju yang dikenakan sobek,  luka dibagian wajah kanan belakang hingga ke bagian kepala.

Wakil Direktur LBH Padang, Indira Suryani mengatakan, pihaknya mendapat informasi terdapat beberapa personil kepolisian yang diduga melakukan tindakan represif. Sejatinya kehadiran aparat kepolisian untuk menjamin dan memastikan terpenuhinya hak mahasiswa yang menyampaian pendapatnya didepan umum.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, personil kepolisian yang diturunkan berasal dari Polresta Padang, Polsek Kuranji dan Polsek Padang Timur berjumlah sekitar 40 personil yang diturunkan untuk mengayomi peserta aksi dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum," ucapnya dalam rilis yang diterima oleh Covesia.com, Rabu malam (11/9/2019).

Lanjut Indira, ia juga mendapat informasi ancaman yang diterima oleh mahasiswa diduga dari dosen dan civitas akademika melalui grup WhatsApp, yang pada intinya mengatakan larangan mahasiswa untuk melakukan demontrasi dan jika dilanggar akan dijatuhkan sanksi dari kampus.

"Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai sikap anti demokrasi dan mengganggu kedaulatan rakyat untuk menyampaikan pendapatnya. Semestinya pihak kampus menjadi contoh tauladan yang melindungi, memenuhi dan menghormati hak mahasiswa untuk berpendapat bukan malah sebaliknya," ujarnya.

Atas insiden itu, LBH Padang mengecam tindakan represif yang diduga dilakukan personil kepolisian gabungan di UIN Imam Bonjol Padang, mendesak Propam Polda Sumbar menjatuhkan sanksi bagi personil kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada peserta demontrasi.

Kemudian, Mendesak Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat untuk memproses dugaan Mal administrasi personil kepolisian dan dosen atau civitas akademi yang melakukan pengancaman, mendesak Komnas HAM Sumbar untuk memproses dugaan pelanggaran HAM yang dialami mahasiswa dan mendukung aksi mahasiswa UIN IB Padang untuk menyampaikan pendapat nya didepan umum dengan cara-cara damai. 

Kontributor: M.Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga