Didominasi Penghuni Kasus Pencurian dan Narkotika, Rutan Kelas II Painan Melebihi Kapasitas

Didominasi Penghuni Kasus Pencurian dan Narkotika Rutan Kelas II Painan Melebihi Kapasitas Rutan Kelas II Painan (Foto: twitter)

Covesia.com - Rutan Kelas II Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) melebihi kapasitas dengan jumlah 101 orang tahanan dari kapasitas dan daya tampung yang seharusnya sebanyak 36 tahanan. Sementara jumlah tersebut didominasi oleh Kasus Pencuri, Narkoba dan Perlindungan Anak.

Kepala Rutan Kelas II Painan, Sahduriman mengatakan, jumlah tersebut sangat melibihi kapasitas yang seharusnya menampung 36 orang tahanan. 

"Jumlah saat ini sebanyak 101 orang tahanan dengan jumlah kasus terbanyak, pertama kasus pencurian berjumlah 34 tahanan, kedua kasus narkotika sebanyak 26 tahanan dan yang ketiga perlindunan anak sebanyak 14 tahanan, dan kasus lainnya," sebutnya pada Covesia.com di Painan, Rabu (11/9/2019)

Kendati demikian, dalam upaya pengurangan. Pihaknya, telah melakukan pemindahan tahanan ke lapas Padang dan Pariaman. Karna menurutnya, saat ini hanya upaya itu yang bisa dilakukan.

"Yang kita pindahkan bulan ini berjumlah 14 orang tahanan, 10 dari tahanan kasus perlindungan anak dan 4 kasus narkotika, tahanan yang kita pindahkan itu, rata-rata dengan hukuman diatas 5 tahun," ujarnya.

Sedangkan, upaya lain seperti, pembangunan rutan baru, pihaknya tidak memiliki anggaran. Sebab, untuk membangun lapas baru, harus ada lahan yang luas dan anggaran yang cupuk besar. 

"Kalau untuk lapas baru, kita tidak memiliki anggarannya, dan kita juga tidak memiliki lahan yang luas," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, selain melebihi kapasitas dengan kondisi rutan yang cukup kecil, rutan kelas II painan tidak memiliki CCTV. Dan untuk itu, dirinya berharap pemerintah daerah untuk membantu dalam pengadaan CCTV tersebut. 

Sebab, over kapasitas sekarang menyulitkan pihaknya dalam melakukan pengawasan terhadap jumlah tahan yang ada. Sementara, jumlah petugas yang ada di rutan itu, hanya berjumlah 29 orang.

"Jadi, kita sedikit kewalahan dalam melakukan pengawasan terhadap tahanan, karna dari 29 orang petugas 16 petugas sebagai pengamanan dengan Sif 4 orang," katanya.

Padahal, pihaknya telah mengajukan proposal dan Bupati sendiri sudah berjanji untuk memasangkan CCTV di rutan ini. 

Namun, saat ini masih belum ada realisasinya, "berkemungkinan karna terlalu banyak hal lain yang harus di prioritaskan oleh pemerintah daerah, jadi kita masih belum dapat, muda-mudahan 2020 ini kita dapat," katanya lagi.

Lanjutnya, melihat tiga kasus yang mendominasi dari tahanan di Rutan Kelas II Painan itu, pihaknya mengakui sangat miris dengan banyaknya tahanan dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

"Miris juga kita melihat banyaknya tahanan dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak nomor tiga paling banyak di Pessel ini," tutupnya.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra



Berita Terkait

Baca Juga