DKP Sumbar Tangkap Nelayan Pengguna Pukat Harimau di Pesisir Selatan

DKP Sumbar Tangkap Nelayan Pengguna Pukat Harimau di Pesisir Selatan Kapal Nelayan yang menggunakan pukat harimau yang di amankan DKP Sumbar, Senin (9/9/2019)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat (Sumbar) menangkap dua orang nelayan pengguna pukat harimau di Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Dinas DKP Sumbar Yosmeri menyampaikan, dalam operasi yang dilakukan oleh pihaknya menangkap dua orang nelayan pukat harimau, pada Senin (9/9/2019) dan saat ini pihaknya telah menyerahkan kedua korban ke Polda Sumbar untuk diproses lebih panjut.

"Ya petugas pengawasan laut dari DKP  berhasil mengamankan dua orang nelayan sama-sama berinisial (S) saat melaut. Tapi masih banyak yang berhasil kabur karna mengetahui keberadaan kita," sebutnya pada wartawan Rabu (11/9/2019).

Ia menambahkan, saat operasi yang dilakukan pihaknya, terdapat sekitar 10 kapal nelayan pengguna alat tangkap pukat harimau tengah melaut. Namun hanya dua yang dapat kita amankan.

"Yang lainnya kabur dengat cepat ke tepi pantai, parahnya lagi ada yang langsung melompat ke dalam laut, untuk menghindari petugas agar tidak ditangkap," ujarnya.

Lanjutnya, penangkapan yang dilakukan sesuai dengan SOP, seperti dengan memperingati menggunakan pengeras suara dan saat itu, ada beberapa nelayan yang melakukan perlawanan.

"Penangkapan ini dilakukan, dengan surat yang dikirim Bupati Pessel ke Gubernur untuk melakukan penindakan terhadap lamparan dasar yang masih beroperasi, dan kami bergerak cepat dan terdapat banyak yang tengah beroperasi," ujarnya lagi.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Syaiful Ardi mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kinerja DKP yang telah melakukan penangkapan terhadap nelayan pengguna alat tangkap yang melanggar undang-undang itu.

"Karna sudah sangat lama mereka beroperasi dan mereka juga sangat meresahkan para nelayan kecil lainnya, yang berada di kawasan mereka beroperasi," sebut Syaiful Ardi pada Covesia.com melalui telepon genggam.

Menurutnya, dengan tindakan penangkapan yang dilakukan DKP tersebut, setidaknya memberikan efek jera kepada mereka. 

"Jadi, kita berharap tindakan ini terus berlanjut sehingga mereka takut dan berhenti untuk beroperasi kembali menggunakan pukat yang melanggar itu," pungkasnya.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga