Kepala BNNP Sumbar Harapkan Masyarakat Aktif Awasi Narkoba

Kepala BNNP Sumbar Harapkan Masyarakat Aktif Awasi Narkoba Kepala BNNP Sumbar didampingi Bupati Agam beserta jajarannya, Selasa (10/9/2019)(Foto: Humas)

Covesia.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan Sumatera Barat merupakan jalur merah peredaran narkoba, terutama untuk jenis ganja dan sabu.

Hal itu diungkapkan Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol. Drs Khasril Arifin saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam, Selasa (10/9/2019). "Pada tahun 2019 ini sudah ada 21 berkas perkara yang ditangani BNNP Sumbar dengan total uangnya Rp23 miliar,” ujarnya usai kegiatan Kunker di Aula Bupati Agam.

Ia menjelaskan, dalam pemberantasan jaringan peredaran gelap Narkotika, pihaknya akan memperkuat interdiksi untuk mencegah masuknya narkotika, yaitunya dengan melakukan kerjasama internasional.

Ia juga memaparkan Strategi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan pihaknya, pertama melalui Supply Reduction, kemudian Strategi kedua melalui Demand Reduction dengan cara pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat.

"Kita juga mengimbau masyarakat untuk dapat aktif memberikan informasi serta mengajak keluarga agar bisa menghindari diri serta mendorong para pecandu narkotika agar dapat melapor untuk mendapat rehabilitasi, baik pemberdayaan masyarakat dalam P4GN serta melakukan rehabilitasi media dan sosial pasca Pengobatan," jelasnya.

Sementara itu, Sekda Pemkab Agam, Martias Wanto menyebutkan, untuk Sumatera Barat, Kabupaten Agam sendiri sudah terpapar  Narkoba cukup parah, bahkan sudah sampai ke pelosok nagari.

Untuk Pencegahan pihaknya melalui Badan Kesbangpol sudah melakukan berbagai sosialiasasi baik kepada pelajar hingga masyarakat di nagari - nagari yang ada di Kabupaten Agam.

"Program P4GN ini pun sudah dilakukan dengan pembentukan IPWL seperti Puskesmas Biaro, RSUD Lubuk Basung, dan LSM Ganggam Solidaritas,” ungkapnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga