42 Petak Rumah Susun dibangun Untuk MBR di Bukittinggi

42 Petak Rumah Susun dibangun Untuk MBR di Bukittinggi groundbreaking pembangunan rumah susun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kelurahan Bukit Apit Puhun kota Bukittinggi, Selasa (10/9/2109). (Foto: Debi Kurnia/ Covesia)

Covesia.com - Sebanyak 42 petak rumah susun dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bukik Cegek kelurahan Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT), penyediaan rumah, propinsi Sumbar, Kementerian PUPR Nursal menungkapkan kota Bukittinggi menjadi kota ketiga setelah Kabupaten Dharmasraya dan Pesisir Selatan yang mendapat bantuan pembangunan rumah susun

"Rumah susun ini dibangun dengan tipe 36 dengan luas bangunan 90 meyer persegi dengan anggaran Rp 15,7 M lebih. Nantinya bangunan akan sama dengan apartemen yang ada di Jakarta," ungkap Nursal saat Ceremony groundbreaking pembangunan rumah susun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kelurahan Bukit Apit Puhun kota Bukittinggi, Selasa (10/9/2109).

Ia menerangkan rumah susun tersebut dibangun dengan panjang 62,5 meter dan lebar 14,3 meter dengan bangunan tiga lantai. Untuk lantai dasar akan dibangun 10 unit dengan 6 unit petak untuk difabel. Lantai dua dan tiga masing-masing 16 unit.

"Dilantai dasar nantinya akan dilengkapi musholla, minimarket, kantor pengelolaan, dan ruang serba guna, "katanya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatis, menyampaikan rumah susun ini ditargetkan selesai akhir tahun 2019. Nantinya setiap rumah susun akan dilengkapi fasilitas seperti  kursi, lemari, kasur serta perlengkapan isi dalam rumah.

"Setiap rumah nantinya akan memiliki ukuran 36 meter persegi dan juga dilengkapi fasilitas olahraga," ujarnya

Ia juga menambahkan yang akan menempati rumah susun ini bagi masyarakat kota Bukittinggi yang berpenghasilan dibawah UMR kota. Itu nantinya akan ditentukan sesuai perwako yang akan dikeluarkan pemko.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga