35 CPNS Dharmasraya Masuk 'Kawah Candradimuka'

35 CPNS Dharmasraya Masuk Kawah Candradimuka Foto: Dokumen Pemkab Dharmasraya

Covesia.com - Sebanyak 35 CPNS Golongan II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengikuti pelatihan dasar (latsar) di BPSDM Sumatera Barat, pada 29 Agustus hingga 05 November 2019 mendatang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Dharmasraya bekerjasama dengan BPSDM Sumbar ini adalah dalam rangka memberikan pengetahuan serta pembekalan kepada para CPNS terkait ilmu pemerintahan, sebelum mereka bertugas di bidang masing-masing.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Martoni, saat membuka secara resmi pelaksanaan Latsar bagi CPNS Golongan II ini mengatakan, pelatihan dasar bagi CPNS berupa pembekalan aparatur ini diperlukan dalam upaya peningkatan wawasan kerja sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah.

Melalui Latsar, imbuh Martoni, para CPNS diperkenalkan tugas pokok dan fungsi PNS, termasuk dalam pemahaman terhadap Peraturan, Ketentuan Perundang-undangan, dan aturan hukum yang harus ditaati oleh seorang PNS.

"Kesemuanya itu tentunya bermuara pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah demi terwujud pemerintahan yang bersih dan berwibawa," ujar Martoni.

Martoni berharap, para CPNS yang mengikuti Latsar dapat bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. "Kami yakin dan percaya jika kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh tentunya akan membuka wawasan dan pandangan saudara tentang apa dan bagaimana seorang PNS tersebut seharusnya berbuat dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Dharmasraya, Khairuddin, CPNS Golongan II yang mengikuti Latsar saat ini terdiri dari 33 tenaga kesehatan dan 2 orang tenaga teknis fungsional.

Menurut Khairuddin, Latsar ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan oleh BKPSDM. Karena sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan pada 10 Juni hingga 14 Agustus lalu, untuk CPNS Golongan III.

"Waktu itu yang ikut juga 35 orang, terdiri dari tenaga guru 30 orang, tenaga kesehatan 2 orang dan tenaga teknis 3 orang. Dan kesemuanya dinyatakan lulus 100 persen," tandasnya.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga