'Merayakan Dharmasraya', Ribuan Warga Tumpah ke Pulau Sawah

Merayakan Dharmasraya Ribuan Warga Tumpah ke Pulau Sawah 'Merayakan Dharmasraya', Ribuan Warga Tumpah ke Pulau Sawah

Covesia.com - Banyak cara untuk ikut sakaki dalam "merayakan Dharmasraya". Begitulah para milenial di Dharmasraya dalam ikut serta memeriahkan Festival Pamalayu.

Alek kebudayaan terakbar yang digagas Bupati Sutan Riska, Wabup H. Amrizal Dt. Rajo Medan bersama Langgam Institut ini memang dirancang agar seluruh masyarakat bisa berkontribusi merayakan Dharmasraya.

Sebut saja Arian Saputra, 3O tahun, warga Blok E, Sitiung I, itu sejak pagi sudah memanaskan sepeda motor butut miliknya. Sehari sebelumnya dia menulis huruf Pamalayu di sarung parang yang biasa dia bawa pergi ke parak sawit satu satunya yang dia miliki.

"Lantaran mau dibawa Goro Pamalayu, saya cat dengan tulisan Pamalayu. Ini ekspresi saya selaku kaum muda jelata Dharmasraya," kata pemuda yang asli kelahiran Koto Tuo, Nagari Siguntur.

Rian, begitu dia karib disapa, merasa terpanggil untuk ikut merayakan Dharmasraya. Betapa tidak, pusat kegiatan Festival Pamalayu itu berada di Nagari Siguntur. Rian pasti merasa malu jika dirinya tidak ikut, meskipun dia harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk sampai ke tempat Goro. "Kan ada si Butut," katanya sambil mengelus sepeda motor butut milik pribadinya.

Ternyata, bukan cuma Rian yang begitu peduli dengan kemeriahan Festival Pamalayu. Alek kebudayaan yang digerakkan dengan ketulusan hati para pemimpin Dharmasraya itu. Kaum muda, laki laki dan perempuan sejak pagi hari sudah memadati dermaga ponton Siguntur.

Mereka berasal dari rakyat biasa, pegawai dan pelajar. Semuanya tengah menunggu ponton untuk menyeberangkan mereka ke dermaga Candi Pulau Sawah, lokasi dimana akan dihelat talkshow kemaritiman pada 23 September 2019 ini.

Melalui Festival budaya yang panjang dan melelahkan ini, kaum muda Dharmasraya dibawah pimpinan Bupati Milenial Sutan Riska, bakal bisa dikenal Indonesia. Kelak di suatu massa, komplek candi Pulau Sawah bakal dikunjungi banyak orang, kelak di suatu massa kaum milenial Dharmasraya bisa berdiri tegak bersama pemuda Indonesia lainnya, kelak di suatu massa Candi Pulau Sawah bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Begitulah harapan kaum muda.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga