Kawasan Kumuh Capai 9.331,75 Hektar, Wagub Sumbar: Perlu Tata Ulang

Kawasan Kumuh Capai 933175 Hektar Wagub Sumbar Perlu Tata Ulang Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (dok.covesia.com)

Covesia.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan, ada kawasan kumuh yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumbar. "Luas kawasan kumuh itu mencapai 9.331,75 hektar," ucapnya di Kantor Gubernur," ujarnya, Jumat (6/9/2019).

Nasrul mengatakan, pihaknya akan meminta BUMN dan BUMS yang ada di Sumbar untuk terlibat dalam penuntasan kawasan kumuh.

"Selain itu, kami juga meminta bantuan kepada Dirjen Cipta Karya untuk memberikan pengarahan masalah itu," tuturnya.

Nasrul juga meminta kawasan kumuh yang ada di Sumbar harus ditata ulang, penataan ulang saat ini hanya berjalan 36 persen. "Angka ini masih kecil sekali, kendala penataan kawasan kumuh selama ini berasal dari kabupaten dan kota," ucapnya.

"Kita tidak bisa berharap ke pusat, seharusnya kita berbagi tanggungjawab dengan permasalahan ini, saya harap BUMN dan perusahaan swasta di Sumbar bisa membantu," paparnya.

Lanjut Nasrul, ada beberapa kabupaten dan kota yang harus diprioritaskan untuk menindaklanjuti kawasan kumuh ini, diantaranya adalah Padang, Padang Panjang, Bukittinggi dan Sawahlunto.

"Setelah penataan ulang, kami akan pilih beberapa kabupaten dan kota yang diprioritaskan, sejauh ini kami melihat ada kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi dan Sawahlunto yang harus diprioritaskan," imbuhnya.

Reporter Padang: Muhammad Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga