Kawasan Lubuk Minturun Akan Ditetapkan sebagai Floris Village

Kawasan Lubuk Minturun Akan Ditetapkan sebagai Floris Village Asisten Deputi Bidang Perkebunan dan Hortikultura Kementerian Perekonomian, Wilistra Danny (tengah) bersama Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Budi Marwoto (kanan) dan kepala Dinas Pertanian Padang Syaiful Bahri. (Antara)

Covesia.com - Kawasan Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akan ditetapkan sebagai floris village atau kampung bunga oleh Pemerintah Kota Padang, SumateraBarat.

" Saat ini terdapat 500 kepala keluarga di Lubuk Minturun yang bergerak di pengembangan tanaman hias, jauh lebih banyak dibandingkan Tomohon yang hanya 135 kepala keluarga," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syaiful Bahri di Padang, Jumat (6/9/2019).

Menurutnya sudah saatnya tanaman hias di Padang dikembangkan lebih serius dari sekadar hobi menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Di Padang sudah ada omzet pedagang tanaman hias yang mencapai miliaran rupiah per bulan mengisi pasar di Sumbar hingga provinsi tetangga," katanya.

Penetapan Lubuk Minturun sebagai Floris Village bertepatan dengan Festival Florikultura 2019 yang digelar pada 6 sampai 9 September 2019 dihadiri ratusan pegiat tanaman hias di Nusantara.

Sementara itu Pelaksana tugas Kabag Humas Pemkot Padang Edi Darma menyampaikan sebanyak 22 sentra tanaman hias se-Indonesia akan mengikuti Florikultura 2019 berlokasi di Kantor Balai Kota Padang.

Kegiatan ini akan dibuka oleh Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI dihadiri Direktur Buah dan Flora, Deputi bidang Pertanian dan Pangan Kemenko bidang Perekonomian RI disertai Asdep PSP dan Asdep Perkebunan dan Hortikultura.

Ia menyampaikan Florikultura Indonesia 2019 merupakan pameran sekaligus silaturahmi pengusaha bunga se Indonesia.

Kegiatan dikemas dalam bentuk seni pertunjukan, stanpertunjukan kesenian dan budaya, seni musik, tari massal, band SMKI, gamad, demo dan belajar hobi bunga.

Kemudian pemilihan putri bunga bersama Ipemi dan lomba mewarnai bunga kerja sama dg IGTKI, disamping temu bisnis dan seminar, bersama asosiasi pengusaha bunga Indonesia, balai penelitian tanaman hias, IPB dan pemangku kepentingan terkait.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga