Gelombang Air Laut Tinggi, Harga Ikan di Padang Naik

Gelombang Air Laut Tinggi Harga Ikan di Padang Naik Pedagang ikan saat melayani pembeli di Pasar Ikan Purus, Padang, Kamis (29/8/2019)( Foto: M.Iqbal)

Covesia.com - Tingginya gelombang air laut, membuat sejumlah nelayan di kota Pada enggan melaut, imbasnya membuat harga ikan mahal. Kondisi ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Seperti diungkapkan Ilyas (48), pedagang ikan laut di pantai Purus, Padang mengatakan, mahalnya harga ikan diakibatkan gelombang laut yang tinggi. "Ombak di laut sedang tinggi, banyak nelayan tidak melaut," tuturnya, Kamis (29/8/2019).

Dijelaskannya, harga ikan naik Rp10 ribu hingga Rp20 ribu rupiah, seperti ikan Neman kini seharga Rp80 ribu per kilogram, yang sebelumnya hanya Rp70 ribu per kilogram, ikan Karang yang dulunya seharga Rp50 ribu, sekarang kisaran Rp70 ribu.

Begitu pula dengan harga cumi-cumi mencapai Rp100 ribu per kilogram, jika sebelumnya hanya Rp80 ribu per kilogram. "Ikan yang ditangkap sedikit, maka itu harga disini mahal," tuturnya.

Ilyas mengaku, omset penjualan ikannya turun hingga 50 persen, kenaikan harga ini berlaku sejak sebulan yang lalu. "Omset jual beli ikan sekarang turun drastis," ucapnya.

Dasril (57) nelayan asal Padang mengaku sudah satu bulan ia tidak pergi mencari ikan. Musim angin selatan dan angin kecang bisa membahayakan keselamatan nelayan di tengah laut.

"Jika saya nekat melaut, ini bisa membahayakan keselamatan saya, cuaca sedang buruk, bahaya jika dipaksakan," tuturnya.

Kontributor Padang: M.Iqbal



Berita Terkait

Baca Juga