Mengenal Sosok Motivator Dunia, Nick Vujicic

Mengenal Sosok Motivator Dunia Nick Vujicic Nick Vujicic (Foto: Instagram)

Covesia.com -Terlahir tanpa memiliki lengan dan kaki tak membuat Nick Vujicic mengutuk takdirnya. Nick merupakan warga Australia yang lahir 14 Desember 1982 di Melbourne. Nick lahir dari pasangan imigran Serbia, Dusanka Vujicic dan Borislav Vujicic. Berikut covesia kutip dari berbagai sumber tentang sosok Nick yang menginspirasi.

Masa kecil Nick pun tidak mudah, ia selalu menerima rundungan dari teman-teman sebayanya. Bahkan Nick sempat ingin mengahiri hidupnya dengan menenggelamkan diri.

Terinspirasi dari sebuah artikel di koran, ibunya membaca kisah tentang seorang pri yang memiliki kondisi fisik yang jauh lebih parah, namun ia tak menyerah. Malahan sebaliknya. Akhirnya, Nick terinspirasi membuat sesuatu hingga ia ingin mengejar pendidikan tinggi. Tak tanggung-tanggung Nick berhasil meraih gelar sarjana dari Griffith University pada usia 21 tahun dengan dua jurusan.

Semenjak lahir, Nick tidak memiliki tangan hal itu dikarenakan sindrom tetra-amelia, pun kakinya tidak terbentuk dengan sempurna di dalam rahim. Namun, kakinya sangat kecil dan memiliki jari-jari yang menempel sehingga saat masih bayi ia harus menjalani operasi untuk memisahkan jari-jari kaki tersebut.

Jari-jari kakinya inilah yang ia gunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Mulai dari belajar, memegang benda, memasang pakaian dan lain sebagainya. Bahkan Nick mampu menulis, mengoperasikan komputer, dan bermain Handphone.

Ia menjadi motivator saat berusia 23 tahun, tepatnya tahun 2005 silam. Ia mendirikan sebuah organisasi “Life Without Limbs” yang membuat banyak orang mendapat bantuan baik moral maupun materil.

Tahun 2007 Nick mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang motivator “Atititute is Altitude”. Melalui perusahaan inilah Nick melanjutkan karier sebagai motivator. Tak hanya di negara Asalnya, bahkan Nick memberi motivasi di berbagai negara.

Meskipun tidak sempurna pada fisik namun Nick memiliki banyak kelebihan, ia bisa berenang dengan lincah meski tanpa adanya lengan. Hal tersebutlah membuat orang terinspirasi dan tak menyerah lagi pada keadaan.

Ia berkenalan dengan Kanae Miyahara di Texas tahun 2008 saling jatuh cinta dan memutuskan menikah tahun 2012. Kini mereka memiliki 4 orang anak 2 laki-laki dan dua anak perempuan kembar dan menetap di California.

Selain aktif memberi motivasi di berbagai tempat ia juga aktif menulis. Selain buku pertamanya, ia menulis Stand Strong (2015), Love Without Limits (2016), dan Be the Hands and feet:Living Out God’s Love for All His Children (2018).

Salah satu kalimat motivasinya, “Kehidupan bukanlah tentang memiliki melainkan tentang menjadi”.

Penulis: Laila Marni

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga