Tertimpa Buah Kelapa saat Bermain, Seorang Balita di Limapuluh Kota Alami Retak Batok Kepala

Tertimpa Buah Kelapa saat Bermain Seorang Balita di Limapuluh Kota Alami Retak Batok Kepala Zakira Afani (2) yang terbaring lemah di Rumah Sakit (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Seorang balita asal Jorong Subarang Aie, Kenagarian Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten 50 Kota, harus mendapatkan perawatan intensif setelah lepas dari pengawasan orang tua. Balita yang bernama Zakira Afani (2), ini harus dilarikan ke Puskesmas Halaban karena mengalami keretakan di batok kepalanya setelah tertimpuk buah kelapa saat bermain dibawah pohon kelapa halaman rumah.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, kejadian ini berlangsung pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu Zakira tengah bermain dihalaman rumahnya dan diawasi oleh sang ibu. Saat tengah asik bermain dan berlari-lari di halaman rumah, salah satu buah kelapa jatuh dan langsung mengenai kepala anak ini.  Zakira pun langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri. Sang ibu yang melihat kejadian ini langsung berteriak minta tolong kepada sanak saudara.

Karena Zakira tidak juga sadarkan diri, akhirnya di rujuk ke Puskesmas Halaban yang tak jauh dari rumah. Namun, pihak Puskesmas meminta di rujuk ke RSUD Adnan WD. Selama tiga hari di Adnan WD, kondisi Zakira terus memburuk dan tidak juga sadarkan diri. Sampai akhirnya, pihak RSUD Adnan WD memberikan rujukan untuk ke RSUP M. Djamil Padang, Jumat (16/8/2019). Namun pihak keluarga memilih untuk dibawa pulang karena keterbatasan biaya.

“Ya memang ada warga kami yang masih balita tertimpa buah kelapa saat bermain di halaman rumah. Ia sekarang sedang dirumah karena di bawa oleh orang tuanya karena tidak ada biaya untuk di rujuk ke Padang,” ucap Walinagari Batu Payung, Masri Anto kepada Covesia.com, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Ditambahkan Masri Anto saat ini keluarga dan pihak nagari tengah mengusahakan BPJS kepada Zakira. Termasuk menggalang bantuan untuk biaya keluarga menjaga Zakira di RSUP Dr. Djamil Padang nantinya.

“Zakira belum ada BPJS. Sekarang masyarakat dan pihak nagari tengah berusaha mengurusnya. Termasuk menggalang dana untuk pihak keluarga nanti. Setelah itu baru dibawa ke Padang. Sampai saat ini, kondiri Zakira masih belum sadarkan diri,” kata Masri Anto. 

(agg)


Berita Terkait

Baca Juga