Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Pariaman Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas

Pengedar Narkoba yang Ditangkap di Pariaman Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas Tersangka beserta barang bukti saat diamankan di Mapolres Kota Pariaman, Kamis (15/8/2019)(Foto: Covesia/ Peri)

Covesia.com - Romi Nofrizal (39) seorang pengedar sabu yang ditangkap oleh Polres Kota Pariaman, merupakan resedivis kasus yang sama. Tersangka baru delapan bulan menghirup udara bebas, setelah empat tahun dipenjara.

"Romi Nofrizal merupakan warga Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Ia baru delapan bulan ini menghirup udara bebas, setelah empat tahun silam juga ditangkap Polres Kota Pariaman," sebut AKBP Andry, pada Kamis (15/8/2019).

Lanjut Andry, menurut pengakuan tersangka Romi ini, barang haram yang ia edar tersebut atas kendali seorang napi yang ada di Lapas Pariaman. 

"Pengakuan Romi, barang haram itu ia dapat kiriman dari Pekanbaru, Riau, yang dikendali seorang napi di Lapas Pariaman juga," sebut Andry.

Dikatakan Andry, tersangka yang kami tangkap bulan lalu, juga mengatakan sabu yang diedarkannya atas kendali napi yang berada di Lapas Pariaman. Sekarang tersangka Romi ini juga mengatakan hal yang sama.

"Kalau berkoordinasi dengan orang lapas sudah kami lakukan. Tapikan mereka punya otoritas sendiri, batas - batas sendiri. Jadi ketika kami ingin melakukan penyidikan ke sana, tentu harus dibantu oleh mereka," kata Andry.

Namun sepak terjang dan prilaku para napi itu, yang 24 jam berada di lapas itukan bukan pengawasan kami, tentu tanggungjawab lapas itu sendiri.

Andry menjelaskan, setelah ada informasi dari tersangka yang ditangkap mengatakan bahwa barang haram itu dikendalikan oleh napi. Sebenarnya pihaknya bisa untuk mengintrogasi, atau memintai keterangan kepada napi tersebut.

"Tentu dengan undang - undang narkoba yang memiliki satu khas sendiri, kami tidak bisa menangkapnya kalau tidak ada barang bukti yang ditemukan. Itulah yang menjadi batasan kami, harus ada pada pelaku barang baru bisa dihukum dan diajukan perkaranya," ungkap Andry.

Atas perbutannya, pelaku ini disangkakan pasal 114 ayat 1, dan pasal 112 ayat 1, undang - undang nomor 35 tahun 2009. Ancaman penjaranya paling cepat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun.

Sebelumnya tersangka Romi ditangkap disebuah warung, milik ibu As, pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 21.30 WIB, di Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Barang bukti diamankan sekitar 30 gram sabu, tiga butir extacy, timbangan digital, tiga unit HP, dan uang Rp300.000.        

Kontributor Pariaman: Peri Musliadi

Berita Terkait

Baca Juga