Tim Gabungan Amankan 5 Kubik Kayu Tak Bertuan Hasil Ilegal Loging di Pasbar

Tim Gabungan Amankan 5 Kubik Kayu Tak Bertuan Hasil Ilegal Loging di Pasbar Barang Bukti 5 kubik kayu temuan yang di amankan Tim Gabungan di daerah Teluk Tapang, Nagari Air Banggis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. (Ist)

Covesia.com - Tim Gabungan bersama Unit pelaksanan teknis daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Raya wilayah kerja Pasaman dan Pasaman Barat kembali menyita sekitar 5 Kubik kayu hasil temuan yang diduga hasil Illegal logging.

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya, Yandesman kepada Covesia.com, Kamis (15/8/2019) mengatakan penyitaan kayu temuan tersebut dilakukan dalam operasi gabungan Tim pengamanan hutan terpadu (TPHT) yang berlangsung selama dua hari mulai tanggal 13 hingga 14 Agustus 2019 kemarin. 

"Kayu tak bertuan sekitar 5 kubik dengan jenis meranti yang baru bisa diamankan itu ditemukan di lahan hutan produksi dan hutan manggrove tepatnya di daerah Teluk Tapang, Nagari Air Banggis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat pada, Rabu (14/8) kemarin," katanya.

Dalam operasi tersebut kata Yandesman, pihaknya melibatkan, polisi kehutanan 6 orang, LMPHBN 1 orang, dan pihak kepolisian Pasaman Barat 3 orang.

"Petugas mengklaim, hasil kayu temuan ini berdasarkan patroli rutin Polisi Kehutanan (Polhut) setempat. Saat petugas mendatangi lokasi para pelaku penebang kayu tersebut sudah tidak berada di lokasi, dan diperkirakan sudah melarikan diri. Petugas menduga, mereka sudah mengetahui kedatangan Tim Polhut sehingga berhasil kabur sebelum petugas tiba di lokasi," terangnya.

Saat ini kata dia, Barang Bukti (BB) kayu temuan baru sekitar 5 Kubik yang baru bisa disita dan sudah diamankan di kantor Resort UPTD KPHL Pasaman Raya. 

"Padahal, berdasarkan informasi anggota dilapangan, kayu hasil illegal logging yang ditemukan di daerah itu sisanya masih ada. Mengingat lokasinya sangat jauh sekali, makanya baru 5 Kubik yang bisa kita sita," ujarnya.

Sebelumnya, Kata Yandesman pada, Rabu (7/8) lalu sekira pukul 21.00 WIB, Tim Polhut Pasaman juga berhasil menemukan kayu tak bertuan sekitar 1,5 meter kubik di daerah jorong Koto Panjang Nagari Lansat Kadap Kecamatan Rao Selatan. 

"Kayu tersebut diduga diambil dari kawasan hutan, dan tanpa kita ketahui siapa pemiliknya. Saat ini, kayu tersebut sudah diamankan di Mako UPTD KPHL Pasaman Raya," kata dia.

Menyoal maraknya illegal logging di beberapa daerah kawasan hutan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat petugas dari UPTD KPHL Pasaman Raya kedepan akan terus meningkatkan patroli disekitar kawasan hutan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

"Mudah-mudahan dengan gencarnya patroli dan operasi gabungan terhadap pelaku perambahan hutan secara liar, diharapkan bisa memberi efek jera, hingga tak ada lagi masyarakat yang melakukan perambahan secara liar," tegasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya perusakan hutan oleh masyarakat, selain melakukan penindakan terhadap pelaku yang melakukan perambahan dan perusakan hutan secara liar di kawasan hutan, pihak KPHL Pasaman juga akan terus melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat dengan melibatkan berbagai pihak. 

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Polisi Kehutanan KPHL Pasaman Raya Mei Basrul didampingi anggota Pohut Manullang menambahkan bahwa kayu temuan yang diamankan pada operasi gabungan kemarin jumlahnya baru sekitar 5 Kubik.

"Kayu yang telah diamankan itu, merupakan kayu siap olah terdiri dari berbagai macam ukuran, dengan jenis kelompok meranti. "Kayu itu ada yang berukuran 2,5 cm x 20 cm, 6 cm x 15 cm, dan 20 cm x 20 cm dan panjang 4 meter," tutupnya.

(eri/don)


Berita Terkait

Baca Juga