Groundbreaking Jembatan Mapaddegat, Bupati Mentawai Minta Pekerja Lembur

Groundbreaking Jembatan Mapaddegat Bupati Mentawai Minta Pekerja Lembur Pemasangan paku bumi pembangunan jembatan Mapaddegat, Mentawai, Rabu (14/8). Foto: Septin Rahayu

Covesia.com - Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar mengebut pembangunan jembatan Mapaddegat yang merupakan akses pariwisata. 

"Kalau bisa pengerjaan jembatan ini rampung sebelum 4/10, bila perlu lembur," kata Yudas pada pembukaan peletakan batu pertama (ground breaking) di Mapaddegat desa Tuapejat kecamatan Sipora Utara, Rabu (14/8). 

Hal tersebut dikatakannya mengingat perayaan Dirgahayu Kabupaten Kepulauan Mentawai rencananya akan digelar di kawasan wisata Mapaddegat. 

Di samping itu Yudas mengimbau kepada kepala desa agar menggerakkan warga untuk memanfaatkan peluang di lokasi tersebut. 

"Kita mengajak masyarakat agar memanfaatkan momen pembangunan jembatan dan kawasan wisata Mapaddegat ini agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi dengan berjualan atau berwirausaha yang potensial karena kawasan ini akan selalu ramai,"imbaunya.

Lebih lanjut Yudas meminta kepada pengusaha agar menjadi pengusaha pejuang, bukan pejuang pengusaha.

" Kita berharap pengusaha tidak hanya memikirkan benefit yang ia Terima tapi juga memiliki tanggung jawab moral memperjuangkan nasib masyarakat agar keluar dari 3T,"imbuh Yudas. 

Ia juga meminta kepada warga agar mendukung dan tidak merusak pembangunan jembatan tersebut dan tetap dikontrol oleh stakeholder terkait. 

"Jangan sampai karena tidak dapat bekerja pada proyek ini, besi-besinya dicuri. Pikirkan bahwa jembatan ini untuk masyarakat juga," imbuhnya. 

Pada saat bersamaan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Asmen Simanjorang mengatakan bahwa sumber dana pembangunan jembatan di Mapaddegat tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler 2019 senilai Rp, 8,073 Milar bekerjasama dengan PT. Wasaka Tomo Engineering dari Jakarta. 

"Tipe jembatan Mapaddegat yang kita bangun yaitu permanen kelas B dengan tenggat waktu penyelesaian kontrak  hingga 17 Desember 2019," ujar Asmen. 

Ia menambahkan bahwa panjang jembatan yang dibangun yakni 60 meter dan lebar 7 meter dengan menggunakan bahan dari komposit baja pabrikan, lantai dari beton, dan fondasi dari tiang pancang. 

Diketahui, selain menghubungkan lokasi pariwisata, jembatan di Mapaddegat juga menghubungkan akses menuju kuburan warga setempat, dusun, hingga kantor camat Sipora utara. 

Sekira tahun 1990, masyarakat setempat melewati area tersebut masih menggunakan perahu atau rakit saat mengantarkan mayat. 

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga