Bupati Mentawai Sentil Oknum Guru Yang Terlibat Tender

Bupati Mentawai Sentil Oknum Guru Yang Terlibat Tender Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet saat melantik beberapa kepala sekolah dan pengawas sekolah SD dan SMP kecamatan Siberut barat daya, Siberut selatan, dan Siberut tengah, Selasa (Foto: Kornelia Septin/ Covesia)

Covesia.com - Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet sentil oknum guru yang terlibat tender atau proyek di Mentawai. 

"Guru harus bisa memberi teladan yang baik bagi tenaga didik tidak hanya di sekolah saja, tapi juga di lingkungan masyarakat. Silakan beraktivitas mencari tambahan nafkah hidup selain guru, tetapi tugas sebagai guru adalah utama. Jika ada yang terlibat tender / proyek lebih baik berhenti jadi guru dan jadi pengusaha saja,"ujar Yudas di aula kecamatan Siberut barat daya, selasa (13/8/2019). 

Hal tersebut dikatakannya usai melantik beberapa kepala sekolah dan pengawas sekolah SD dan SMP kecamatan Siberut barat daya, Siberut selatan, dan Siberut tengah. 

Menurutnya, hal tersebut sangat memprihatinkan dan mengganggu kinerja para tenaga pendidik untuk menjadi profesional dan yang seharusnya menggembleng mental generasi muda Mentawai agar bisa keluar dari status 3T ke depannya. 

Persoalan SDM tidak cukup dari prestasi atau nilai murid tapi lebih kepada mental baja. 

"Wilayah 3T tinggal Mentawai di provinsi Sumatera Barat, sehingga tantangan para guru saat ini untuk membangun  keberanian, menggalang optimisme, kerja keras, daya juang, rasa percaya diri, dan pantang menyerah generasi muda," ujarnya. 

Menurutnya, jika ada yang salah, sebaiknya diberikan arahan dan tidak dibiarkan begitu saja sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ia berharap setelah melalui proses beberapa puluh tahun yang akan datang generasi muda Mentawai tampil lebih unggul, maju, dan memiliki rasa bangga lahir di Mentawai yang kaya sumber daya alam. 

Dengan sibuk bekerja di luar, perhatian guru lebih banyak tersita untuk pekerjaan sampingan daripada membekali sikap mental generasi muda dan tidak bisa memberi teladan yang baik. 

Ia berharap agar para guru dapat lebih bertanggung jawab mengemban tugasnya dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

"Ciptakan peradaban Mentawai. Jika ada masalah, berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat. " tutur Yudas. 

Ia menambahkan bahwa nilai seseorang tidak dapat diukur dari uang. Tetapi melalui jasa dan manfaat yang diperoleh masyarakat serta dedikasi  yang membuat seseorang dikenang. 

Lebih lanjut ia berpesan agar Pengawas, Kepala sekolah, dan koordinator wilayah melakukan tugas sesuai tupoksinya dan bertanggungjawab membina anggotanya. 

Adapun yang dilantik diantaranya, Kepala sekolah SD definitif 4 orang, Plt. Kepala sekolah SD 14 orang, Kepala sekolah SMP definitif 1 orang, Plt. Kepala sekolah SMP 3 orang, Pengawas definitif SMP 1 orang, dan SD 4 orang untuk penugasan di kecamatan Siberut barat daya, Siberut selatan, dan siberut tengah. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga